Menggambar Jakarta Dari Segi Buruk Hingga Rumah Betawi

Pada kantor pengelola yang berada di rumah susun daerah Jatinegara, pada bagian tembok belakang kantor, pak Karto membuat sebuah gambar seorang anak lelaki yang sedang termenung. Diatasnya terdapat awan yang melambangkan khayalan dengan gamabr rumah.

“Hal ini menggambarkan, meski sudah berada di tempat rusun. Namun dirinya masih ingin merasakan suasan rumah yang dulu, yang sudah digusur oleh Pemda Jakarta. Karena rumah terdahulunya merupakan rumah pribadi, rumah perjuangan. Dimana rumah itu memiliki banyak cerita bersama anak istri dan orang tua,” ujar pak Karto.

Tidak hanya pak Karto saja yang membuat gambar, namun ada penghuni rusun Jatinegara lainnya yang sedang menggambar.

seni mural

gambar mural yang sangat menarik

Gambar Anak Kecil Yang Sedang Minum Miras

Satria yang berusia 28 tahun itu sedang melukis sebuah botol yang bertulis alkohol dengan seorang anak SMP di dalam gambar tersebut. Yang mana, dia membuat sebuah lukisan atas dasar pengatamannya yang ada di likungan sekitar.

“Banyaknya pelajar yang sudah terbiasa meminum minuman keras, yang memberikan dampak kepada anak menjadi susah di nasehati,” ujar Satria. Maka dari itu dengan adanya gambar seperti ini, dapat mewakili sebuah nasehat untuk anak-anak.

Sudah lama sekali dan baru sekarang, Satria dan pak Karto kembali menggunakan pensil dan menggambar. Dimana keduanya, bersama tiga warga lain yang berada di sekitar Rusun Jatinegara merupakan perserta pilihan dalam aktivitas bernama Festival Mural RPTRA kepanjangan dari Ruang Publik Terbuka Ramah Anak.

Artsip yang merupakan kelompok dari seniman, ingin fokus dalam pengembangan kegiatan yang berbau kreatifitas di ruang publik. Dimana mengajak leboh dari 30 seniman mural untuk dapat terlibat langsung dalam mengebom, istilah untuk aksi melukis mural di tempat-tempat publik yang berada di 50 RPTRA di Jakarta.

Mengungkap Sejarah Lokal

Salah satu inisiator Artsip yang bernama Winda Malika Siregar, telah mengungkapkan bahwa seni mural dipilih. Yang mana seni mural itu merupakan bentuk dinamis, organik dan memiliki cerita. Dan dapat di tambah ataupun di kurangi.

Yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat yang berada di dekat RPTRA, menurutnya dengan kegiatan ini dapat mengangkat sejarah-sejarah lokal yang terdapat di tiap wilayah.

“Bisa dicontohkan seperti di Rorotan, yang dulunya tempat lele. Tetapi, kini sudah tidak lagi. Dengan harapan setalah tidak adanya budidaya lele, Maka dari itu mereka dapat menuangkan hal tersebut melalui seni-seni mural,” ucapnya.

Di kawasan Lenteng Agung yang terdapat RPTRA, Anin yang masih berada di bangku sekolaj kelas 2 SMA. Dimana anak tersebut mendapatkan banyak pengalaman baru dari sesi lokakarya dengan empat pegiat grafiti dari perkumpulan Ladies On Wall.

Melihat situasi disekitarnya, dia pun merasa tidak begitu banyak warisan kebudayaan Betawi yang ada. “Kebudayaan yang berbentuk rumah atau makan yang sangat jarang disini,” ungkap Anin.

gambar mural

hasil lukisan mural dari kedua orang tersebut

Les Gambar Seni Mural Di Serpong

Banyaknya seni mural saat ini yang pastinya pernah kita lihat, yang membuat kota terlihat indah dan nyaman. Dibandingkan terdapat banyaknya di bawah jembatan orang yang berdagang atau apapun. Kini sudah terdapat banyak gambar mural di sekitar RPTRA.

Untuk bisa les gambar seni mural, anda bisa mendaftarkan diri ke OnePush Paint di Serpong, kota Tangerang Selatan. Dimana banyak seniman lainnya yang masih mengembangkan seni menggambar atau melukis lebih dalam lagi. Dan memiliki jumlah peserta terbanyak dibandingkan tempat les pada umumnya.

Di tempat les tersebut anda bisa bertukar pikiran dengan teman anda, untuk bisa menghasilkan sebuah karya yang bernilai tinggi dan mampu membawa orang yang melihatnya terbawa.

Ditemukan Gambar Logo PKI di Serpong

Warga masyarakat Serpong yang berada di kota Tangerang Selatan, telah dikejutkannya oleh gambar palu arit yang berada di perumahan taman giri loka. Dimana salah satu orang ketika itu sedang ingin pergi ke masjid untuk melakukan ibadah solat dzuhur melihat gambar tersebut.

Lantas, seorang tersebut melaporkan ke orang-orang yang berada di sekitarnya untuk memberitahukan gambar yang jaman terdahulu merupakan organisasi PKI. Dimana musuh bagi negara kita yaitu Indonesia. Dalam penemuan gambar tersebut, di duga oleh orang tidak dikenal yang bukan warga daerah itu.

palu-arit

lambang komunis

Kronologi Sebelum Kejadian

Seorang warga yang bernama Bernanda yang merupakan kuli bangunan diperumahan Taman Giri Loka. Ketika itu dia ingin solat dzuhur di masjid Al-Ikhlas yang beada dari tempat dia bekerja untuk membangun sebuah rumah di sana.

Tidak lama kemudian bernanda memanggil warga setempat untuk menanyakan temuan gambar yang melambangkan palu arit dari organisasi PKI. Ketika, beberapa petugas yang turut datang untuk melihat merupakan dari TNI.  Dengan kedatangna prajurit negara gambar tersebut langsung dihapuskan, dikarenakan gambar itu sangat terlarang.

Usai gambar itu dihapus, baik TNI, Polisi dan warga mengecek seluruh bagian sekitar perumahan itu. Dengan penulusuran itu, kembali ditemukan gambar yang sama, namun beda dari penemuan pertama. Dimana gambar penemuan kedua itu berada di jembatan yang berada sekitar 45 meter dari masjid.

Warga sekitar pun merasa ketakutan dengan adanya penemuan gambar yang berlambang komunis. Dan berahrap kepada penegak hukum untuk mendapatkan pelakunya yang menggamba palu arit itu. Lalu RW/RT setempat diminta untuk waspada dan memperhatikan tiap warganya yang mencurigakan.

Kapolsek Serpong yang bernama Taufan AKP memberikan tanggapannya dengan santai mengenai gambar tersebut, yang berada di lokasi. Menurutnya bahwa gambar itu hanya bikinan dari orang yang iseng. Yang mana kapolsek itu telah menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki, meski belum menemukan warga sekitar yang mencurigakan.

Bahkan RW dan RT pun menyatakan bahwa warganya tidak ada simpatisan dengan lamabng komunis itu  apa lagi untuk ikut serta. Dan mereka begitu yakin kepada warganya untuk mencoba menghidupkan organisasi sangat terlarang.

Tempat Menggambar Untuk Menyalurkan Hobi

tempat les gambar

kelas les gambar

Kebanyakan orang menyukai gambar tidak tahu aturan, biasanya mencoret-coret dinding atau tembok di sembarang tempat. Maka ada solusi untuk menuangkan hobi kalian yang gemar menggambar, dimana daerah Serpong tengah membuka kursus gambar yang memiliki segudang kegiatan sekaligus untuk menciptakan gambar karya sendiri yang bernilai tinggi.

Dengan adanya tempat kursus menggambar di daerah Serpong, tentunya kalian akan lebih mudah menuangkan hobi anda untuk dilihar orang banyak. Yang mana akan di sediakannya tempat yang layak bagi orang-orang yang berseni dalam bidang ini. kalian hanya cukup datang mendaftarkan diri, di dekat kecamatan Serpong.

Dengan biaya yang relatif murah anda dapat mengembangkan bakat untuk dapat dinikmati banyak orang. Dan juga pembimbingan yang begitu akrab dan kreatif dapat memberikan arahan yang baik bagi anda di tempat kursus. Adanya tempat kursus itu mmebuat anda lebih kreatif dan mungkin bisa membuat pameran dengan hasil karya yang anda buat sendiri, dan dapat nikmati oleh banyak orang bagi pecinta seni lukis atau gambar.

Banyak siswa yang sudah merasakan les di tempat kami, yang mana hasil karya mereka sangat memuaskan bagi orang-orang yang mencintai seni gambar. Maka dari itu kami akan memberikan penawaran paket khusus bagi kalian untuk 100 calon siswa baru mendapatkan potongan 25% selama mengikuti kursus.