|
|
| . |
| ::
|
| Selasa, 17-10-2006 | Benti Merrung, Bantimurung, Membanting Kemurungan :: Ilham Halimsyah ::
| Air terjun Bantimurung yang menjadi wisata alam favorit Foto: Ilham Halimsyah.
Wisata alam air terjun Bantimurung di Kabupaten Maros, Sulsel ini menyimpan sejarah panjang di balik namanya yang terkenal. Citizen reporter Ilham Halimsyah menuliskan asal usul nama Bantimurung.(p!) | Dalam Perjanjian Bungaya I dan II (1667-1669), Maros ditetapkan sebagai daerah yang dikuasai langsung oleh Belanda. Hal ini menjadikan bentuk-bentuk pemerintahan atau kerajaan-kerajaan kecil yang berada di dalam wilayah Kerajaan Maros diformulasikan dalam bentuk Regentschaap yang dipimpin oleh penguasa bangsawan lokal bergelar Regent (setingkat bupati).
Setelah itu, Maros berubah menjadi Distrik Adat Gemenschaap yang dipimpin oleh seorang kepala distrik yang dipilih dari bangsawan lokal dengan gelar Karaeng, Arung atau Gallarang. Kerajaan Simbang merupakan salah satu Distrik Adat Gemenschaap yang berada dalam wilayah Kerajaan Maros. Distrik ini dipimpin oleh seorang bangsawan lokal bergelar Karaeng.
Pada sekitar tahun 1923, Patahoeddin Daeng Paroempa, menjadi Karaeng Simbang. Ia mulai mengukuhkan kehadiran kembali Kerajaan Simbang dengan melakukan penataan dan pembangunan di wilayahnya. Salah satu program yang dijalankannya ialah dengan melaksanakan pembuatan jalan melintas Kerajaan Simbang agar mobilitas dari dan ke daerah-daerah di sekitarnya menjadi
lancar.
Pembuatan jalan ini, rencananya akan membelah daerah hutan belantara. Namun, suatu waktu pekerjaan tersebut terhambat akibat terdengarnya bunyi menderu dari dalam hutan yang menjadi jalur pembuatan jalan tersebut.
Saat itu, para pekerja tidak berani melanjutkan pekerjaan pembuatan
jalan. Karena suara gemuruh tersebut begitu keras. Karaeng Simbang yang memimpin langsung proyek ini lalu memerintahkan seorang pegawai kerajaan untuk memeriksa ke dalam hutan belantara asal suara itu.
Usai sang pegawai kerajaan melakukan pemeriksaan lokasi, Karaeng Simbang lalu bertanya; “Aga ro merrung?” (Bahasa Bugis; suara apa itu yang bergemuruh?).
“Benti, Puang,“ (Air, Tuanku), jawab sang pegawai tadi. "Benti", adalah Bahasa Bugis halus atau tingkat tinggi untuk air. Kosa kata seperti ini biasanya diucapkan oleh seorang hamba atau rakyat jelata ketika bertutur dengan kaum bangsawan. Mendengar laporan tersebut, Karaeng Simbang lalu berkenan melihat langsung asal sumber suara gemuruh dimaksud.
Sesampainya di tempat asal suara, Karaeng Simbang terpana dan takjub menyaksikan luapan air begitu besar merambah batu cadas yang mengalir jatuh dari atas gunung. Beliau lalu berujar; “Makessingi kapang narekko iyae onroangngnge diasengi Benti Merrung!“ (Mungkin ada baiknya jika tempat ini dinamakan air yang bergemuruh).
Kampung Baru
Berawal dari kata Bentimerrung inilah kemudian berubah bunyi menjadi Bantimurung. Penemuan air terjun tersebut membuat rencana pembuatan jalan tidak dilanjutkan. Malah, daerah di sekitar air terjun tersebut dijadikan sebagai sebuah perkampungan baru dalam wilayah Kerajaan Simbang. Kampung ini dikepalai oleh seorang kepala kampung bergelar Pinati Bantimurung.
Saat ini, Bantimurung menjadi salah satu kecamatan dalam wilayah
Kabupaten Maros, begitu pula Simbang. Sedangkan air terjun Bantimurung menjadi kawasan wisata alam. Air terjun ini berasal dari luapan air yang mengalir jatuh dari atas, merambah batu cadas dengan ketinggian kurang lebih 30 meter dari permukaan tanah. Air terjun ini menggemuruh sepanjang hari sehingga menjadikannya tempat rekreasi yang sangat populer.
Kawasan wisata alam Bantimurung terletak di lembah bukit kapur.
Dikelilingi pemandangan indah dan berhawa sejuk. Lokasi ini mudah dicapai karena kendaraan umum dari dan ke lokasi selalu tersedia. Apalagi jaraknya hanya sekitar 12 kilometer dari ibukota Kabupaten Maros, atau sekitar 45 kilometer dari pusat kota Makassar.
Selain air terjun, terdapat objek wisata lain di sekitar kawasan ini yakni goa mimpi dan goa batu. Goa mimpi merupakan salah satu tempat yang digemari. Karena di dalam goa terdapat stalaktit (relief batu yang terbentuk dari tetesan air dan menggantung di atas langit-langit goa) indah dengan kumpulan kristal.
Di sekelilingnya diterangi lampu sehingga memperindah suasana di dalam goa. Inilah yang membuatnya disebut goa mimpi karena ketika berada di dalamnya, kita seakan-akan berada dalam mimpi. Selain itu, kondisi alam tropis yang subur menjadikan kawasan ini sebagai pemukiman ideal bagi berbagai jenis kupu-kupu. Saat ini tercatat sekitar 150 spesies kupu-kupu yang hidup di sini. Beberapa diantaranya merupakan spesies khas yang sulit ditemui di daerah lain. Tak heran bila tempat ini pernah terpilih sebagai pelaksana konferensi internasional kupu-kupu.
Dalam mempromosikan kawasan wisata alam Bantimurung, Pemerintah Daerah Kabupaten Maros pernah membuat akronim nama Bantimurung yang mirip parodi yaitu: Banting Murung, tempat anda membanting kemurungan.
Adapun Karaeng Simbang wafat pada tahun 1957 dan dimakamkan di Belakang Masjid Pakalu (salah satu kampung dalam wilayah Kerajaan Simbang, sekarang bernama Lingkungan Pakalu dalam wilayah Kecamatan Bantimurung), yang dibangun dengan dana swadaya di atas tanah pribadinya. Karena itulah ia bergelar
Matinroe ri Masigi’na (yang dimakamkan di mesjidnya). Nama lengkapnya, Patahoeddin Daeng Paroempa Sultan Iskandar Muda Matinroe ri Masigi’na.(p!)
*Tulisan ini didukung oleh berbagai sumber.
*Citizen reporter Ilham Halimsyah dapat dihubungi melalui email ihsyah@telkom.net
|
| | Jumlah
Komentar (26) |
|
| Komentar :
01-08-2009 Dari : efi | mufizi_ms4ever@yahoo.com qw jD KgN mA KtA
MAkAsSar 01-08-2009 Dari : efi | mufizi_ms4ever@yahoo.com qw jd kgn ma kota
makassa 29-07-2009 Dari : trie | trie93@yahoo.com bantimurung begitu
indah untuk
dilupakan namun
begitu menyedihkan
untuk
dikenang..karena
disana aku harus
kehilangan sahabat
terbaikku.
sebaiknya tempat itu
lebih dijaga dengan
baik agar tidak
jatuh lagi korban.. 20-05-2009 Dari : Sultan | Sultan.blogspot.com Karaeng simbang ada
di simbang, jd tdk
mkin pusaraxa ada di
pakalu. Tp ada di
garantiga, yg org
bilang, butta
sabuka. 03-04-2009 Dari : wiywii | marsha_wii@yahoo.co.id Hmmm...kanGenK' mw
kebantirunG!!?,makku
ro pale
ceriTana,...tq!!!(^_
^), 18-12-2008 Dari : A Feri | ferifudailddn@yahoo.com menurut saya
bantimurung itu
adalah lokasi yang
sangat strategis
untuk dikembangkan
maros sebagai tujuan
wisata utama bagi
warga kota makssr
dan sekitarnya,
sehingga saatnya
sekarag untuk
dilengkapi dengan
berbagai fasilitas
bertaraf
internasional 12-11-2008 Dari : patembe | patembe@gmail.com Hmm...tawwa na' baru
tompi iya uisseng
nakko pakkoro pale
caritanna Benti
Merrung...>!
he..he..
Thanksss..... :D 21-10-2008 Dari : dg paricu | nampa anne kuassengi
anjo caritana ttg
bantimurung sambalu
padahal sejak kecil
dulu sering diajak
plesir ke
bantimurung ,
mungkin orantua saya
juga tdk tahu asal
muasal nama
bantimurung ini.
kalao memang ini
benar sebaiknya pada
setiap cetakan
promosi kab.maros,
cerita ttg benti
merrung ini di
selipkan . 12-09-2008 Dari : |
12-09-2008 Dari : hamra | aista 1688 @hotmail. com jadi rindu sama
bantimurung ,dulu
sering kesana sama
teman sekolah .tapi
sudah lama juga
tidak kesana karna
saya tidak ada di
indonesia .nanti
pulang aku mau
kesana 03-08-2008 Dari : RANDHY | KANGEN
12-07-2008 Dari : Maryama Usman | meryoesman@yahoo.co.id sy orang Maros dan
tinggal di dekat
Bantimurung...so
bangga juga bisa
membaca artikel
tentang bentimurung
di sini... 04-11-2007 Dari : basri marzuki | basri_marzuki@yahoo.com waktu masih kecil,
saya sering mandi di
sini. hampir setiap
hari minggu, saya
selalu menyempatkan
waktu ke tempat ini.
Jaraknya yang tidak
terlalu jauh dari
rumah tinggalku
sangat memungkinkan
merasakan sejuk
airnya hanya dengan
mengayuh sepeda
mini. Saya memang
lahir tidak jauh
dari kawasan wisata
yang 'katanya' makin
ramai dikunjungi
ini. Melihat
postingan ini, saya
jadi rindu kembali
kampung halaman.
sudah hampir 11
tahun saya tak
pernah melihatnya
lagi. terima kasih
atas postingannya. 01-09-2007 Dari : byd | bwydha_mcr@yahoo.co.id bantimurung????
d mnakah itu????? 24-05-2007 Dari : chara | www.khara_leocute@yahoo.com tempat permandian
ini adalah tempat
favorit koe dari
keci!!!tempatnya
indah,namun
kebersihannya masih
perlu di perhatikan
dan fasilita yg
tersedia mestinya di
gunakan dgn baik. 21-05-2007 Dari : chaidir | chaidirsyam@yahoo.com artikelnya bagus,
moga-moga taman
wisata lainnya juga
bisa dibuat
artikelnya, khan
sekalian promosi
wisata bosssssssss.
Hidup Maros
15-05-2007 Dari : Ahmad M Palanrangi | cabello_02@yahoo.co.id Oh bagaimana nasibmu
Bantimurung
sekarang. suatu saat
aku datang
mengunjungimu,
apakah sama dengan
dulu ....... 28-03-2007 Dari : erna | Artikelx bagus..
mengingatkan waktu
aku bwt film
dokumenterx
Bantimurunng. Tapi
sayang bantimurung
yang sekarang tidak
seindah yang dulu,
terkesan tidak alami
lagi karena sudah
banyak pembangunan
yang dilakukan
disana. Tapi dengar2
bantimurung mau
dikembalikan seperti
dulu lagi yang
semuax serba alami??
Kapan? & apakah
sesuatu yang sudah
diubah bisa kembali
seperti semula???? 03-03-2007 Dari : burhanMH. | hattaboer@yahoo.com trimakasih infonya
sodara.. sa jadi
tau' mi skarang asal
mulanya nama air
terjun bantimurung.
Salama'.. 20-01-2007 Dari : Daeng Djarre | djarre@bosowa.co.id Jago memang tongko
aku Illang....Brovo
tawwa, angkatki juga
tentang kerajaan di
Kassi Kebo 08-01-2007 Dari : m@mY pOOh | ryan_080687@yahoo.com Brafo buat
panyingkul, BTW
usulan buat kuiz ttg
pengirim yang dimuat
ceritanya dapat
hadiah biar semangat
gt nulsinya. Thanks
bgt buat panyingkul
jadi mediator Qta2
26-11-2006 Dari : alan | perpala@yahoo.com bagusji klo
bantimurung itu
diperbaiki dan
dijadikan objek
wisata
internasional, tapi
jangan klo mo dtg
saja presiden baru
diperbaiki.
Kelihatan pengelola
bantimurung terkesan
menjilat. padahal
masyarakat juga
senang klo
bantimurung itu
bersih tiap saat &
lngkp fasilitasx,
dan tdk mahal
parkirx!!!!!!!!!! 26-11-2006 Dari : ahmad syamsuddin | ak_syam@yahoo.com well, bagus memang
kalau lelaki baik
ini dijadikan saja
sebagai adipati di
kabupaten maros.
mungkin dia pribadi
setuju; tinggal kita
tunggu saja pendapat
orang maros, setuju
ndak.. 04-11-2006 Dari : kasman | kasmanpost@yahoo.co.id iyyo tawwa..bagusna
tulisanna...
ajarika' dulu
menulis ces...
tulisanna mengalir
bagai "benti"...
tapi tidak "merrung"
membuat pembaca
termenung... 01-11-2006 Dari : nilam indahsari | nilam@panyingkul.com wah, baca tulisan
ini jadi kangen lagi
dengan bantimurung
yang baru saya
kunjungi hari minggu
(29/10) lalu, di
sela-sela waktu
bolos kkn..hehehe..
tapi masih agak
takut sih soalnya
waktu pulang hari
itu saya melihat
darah segar orang
yang baru saja
dijatuhi batu dari
atas gunung..
sebenarnya dari
tulisan ini, saya
berharap mendapatkan
secuil cerita
tentang kampung yang
kata ayah saya bisa
didapati setelah
menyelam lewat salah
satu lobang yang
terdapat di
celah-celah batu
cadas tempat
permandian
bantimurung..kalau
tak salah ingat,
kampung itu seperti
kampung mati yang di
dalamnya terdapat
banyak patung-patung
manusia.
tapi, setidaknya
lewat tulisan ini
saya mengetahui
sejarah penamaan
bantimurung. tetap
menulis ya kak
ilo...ciaooooooo ;)
17-10-2006 Dari : ruslee | muhruslee@yahoo.com wah, bagus nih
artikelnya. Saya
orang bugis yang
sehari2 menggunakan
bahasa bugis, tp
baru tahu kalo
"benti" itu kata
halus utk air,
biasanya kita pake
kata "wei"...
thanks bang Ilo'... |
|
|
|
|
| ::
CITIZEN REPORTER |
 | (Kamis, 12-07-2007) |  | (Minggu, 29-04-2007) |  | (Selasa, 31-10-2006) |  | (Rabu, 11-10-2006) |  | (Rabu, 16-08-2006) | |
|
Untitled Document
| ::
DUNIA SEGIEMPAT KAREBOSI |
|
Untitled Document
| ::
KONTAK TIM PANYINGKUL! |
Email Redaksi :
redaksi@panyingkul.com
Tim:
yus@panyingkul.com
+62 813 226 80844
Moch. Hasymi
+62 811 955 954
|
|
|