Untitled Document
 


Untitled Document
.KITAKITA
:: Jika Anda di Panyingkul ::
 
 KABAR KITA
 
 BERANDAKITA
Kegilaan, Dari Cinta Mati di Pulau Rajuni Hingga Riwayat Kadang
:: Ivan Firdaus ::
Baba Guru, Mengenang Film Rhoma Irama di Klenteng Galesong
:: Kamaruddin Azis ::
Mengagumi Tenun Troso, Mengenang Tenun Sengkang
:: Suryadin Laoddang ::
Perempuan Besi di Gunung Perak (2-selesai)
:: M. Aan Mansyur ::
Perempuan Besi di Gunung Perak (1)
:: M. Aan Mansyur ::
 
 RISETKITA
Rasa Takut : Yang Dicitrakan, Yang Dipelihara
:: Aria W. Yudhistira ::
Risetkita: Pramoedya versus Sejarah Resmi
:: Nurhady Sirimorok ::
Hikayat Rumpon Nelayan Mandar
:: Muhammad Ridwan Alimuddin ::
Di Makassar Pernah Ada “Negeri Wajo”
:: Nurhady Sirimorok ::
Surat Itu Ditulis Upas kepada September
:: Nurhady Sirimorok ::
 
 BUKUKITA
 
 KATAKOTAKITA
Kenapa si Gondrong yang Maju?
:: Ivan Firdaus dan Mustamin al-Mandary ::
Karena ‘Rewa’ Badan Binasa
:: Sudirman Nasir ::
Yang Okkot, yang Salah Sambung
:: Nursamsu danTusiana Noor Alfisyahr ::
Kandala`ka`, Kusta Bila Dusta
:: Panyingkul ::
Ayo, Si(ng)kat Terussss..!
:: Panyingkul! ::

 
 TAHUKAHKITA
 

.
 ::
Selasa, 17-10-2006 
Benti Merrung, Bantimurung, Membanting Kemurungan
:: Ilham Halimsyah ::


Air terjun Bantimurung yang menjadi wisata alam favorit
Foto: Ilham Halimsyah.


Wisata alam air terjun Bantimurung di Kabupaten Maros, Sulsel ini menyimpan sejarah panjang di balik namanya yang terkenal. Citizen reporter Ilham Halimsyah menuliskan asal usul nama Bantimurung.(p!)
 
Dalam Perjanjian Bungaya I dan II (1667-1669), Maros ditetapkan sebagai daerah yang dikuasai langsung oleh Belanda. Hal ini menjadikan bentuk-bentuk pemerintahan atau kerajaan-kerajaan kecil yang berada di dalam wilayah Kerajaan Maros diformulasikan dalam bentuk Regentschaap yang dipimpin oleh penguasa bangsawan lokal bergelar Regent (setingkat bupati).

Setelah itu, Maros berubah menjadi Distrik Adat Gemenschaap yang dipimpin oleh seorang kepala distrik yang dipilih dari bangsawan lokal dengan gelar Karaeng, Arung atau Gallarang. Kerajaan Simbang merupakan salah satu Distrik Adat Gemenschaap yang berada dalam wilayah Kerajaan Maros. Distrik ini dipimpin oleh seorang bangsawan lokal bergelar Karaeng.

Pada sekitar tahun 1923, Patahoeddin Daeng Paroempa, menjadi Karaeng Simbang. Ia mulai mengukuhkan kehadiran kembali Kerajaan Simbang dengan melakukan penataan dan pembangunan di wilayahnya. Salah satu program yang dijalankannya ialah dengan melaksanakan pembuatan jalan melintas Kerajaan Simbang agar mobilitas dari dan ke daerah-daerah di sekitarnya menjadi
lancar.

Pembuatan jalan ini, rencananya akan membelah daerah hutan belantara. Namun, suatu waktu pekerjaan tersebut terhambat akibat terdengarnya bunyi menderu dari dalam hutan yang menjadi jalur pembuatan jalan tersebut.

Saat itu, para pekerja tidak berani melanjutkan pekerjaan pembuatan
jalan. Karena suara gemuruh tersebut begitu keras. Karaeng Simbang yang memimpin langsung proyek ini lalu memerintahkan seorang pegawai kerajaan untuk memeriksa ke dalam hutan belantara asal suara itu.

Usai sang pegawai kerajaan melakukan pemeriksaan lokasi, Karaeng Simbang lalu bertanya; “Aga ro merrung?” (Bahasa Bugis; suara apa itu yang bergemuruh?).
Benti, Puang,“ (Air, Tuanku), jawab sang pegawai tadi. "Benti", adalah Bahasa Bugis halus atau tingkat tinggi untuk air. Kosa kata seperti ini biasanya diucapkan oleh seorang hamba atau rakyat jelata ketika bertutur dengan kaum bangsawan. Mendengar laporan tersebut, Karaeng Simbang lalu berkenan melihat langsung asal sumber suara gemuruh dimaksud.

Sesampainya di tempat asal suara, Karaeng Simbang terpana dan takjub menyaksikan luapan air begitu besar merambah batu cadas yang mengalir jatuh dari atas gunung. Beliau lalu berujar; “Makessingi kapang narekko iyae onroangngnge diasengi Benti Merrung!“ (Mungkin ada baiknya jika tempat ini dinamakan air yang bergemuruh).

Kampung Baru
Berawal dari kata Bentimerrung inilah kemudian berubah bunyi menjadi Bantimurung. Penemuan air terjun tersebut membuat rencana pembuatan jalan tidak dilanjutkan. Malah, daerah di sekitar air terjun tersebut dijadikan sebagai sebuah perkampungan baru dalam wilayah Kerajaan Simbang. Kampung ini dikepalai oleh seorang kepala kampung bergelar Pinati Bantimurung.

Saat ini, Bantimurung menjadi salah satu kecamatan dalam wilayah
Kabupaten Maros, begitu pula Simbang. Sedangkan air terjun Bantimurung menjadi kawasan wisata alam. Air terjun ini berasal dari luapan air yang mengalir jatuh dari atas, merambah batu cadas dengan ketinggian kurang lebih 30 meter dari permukaan tanah. Air terjun ini menggemuruh sepanjang hari sehingga menjadikannya tempat rekreasi yang sangat populer.

Kawasan wisata alam Bantimurung terletak di lembah bukit kapur.
Dikelilingi pemandangan indah dan berhawa sejuk. Lokasi ini mudah dicapai karena kendaraan umum dari dan ke lokasi selalu tersedia. Apalagi jaraknya hanya sekitar 12 kilometer dari ibukota Kabupaten Maros, atau sekitar 45 kilometer dari pusat kota Makassar.

Selain air terjun, terdapat objek wisata lain di sekitar kawasan ini yakni goa mimpi dan goa batu. Goa mimpi merupakan salah satu tempat yang digemari. Karena di dalam goa terdapat stalaktit (relief batu yang terbentuk dari tetesan air dan menggantung di atas langit-langit goa) indah dengan kumpulan kristal.

Di sekelilingnya diterangi lampu sehingga memperindah suasana di dalam goa. Inilah yang membuatnya disebut goa mimpi karena ketika berada di dalamnya, kita seakan-akan berada dalam mimpi. Selain itu, kondisi alam tropis yang subur menjadikan kawasan ini sebagai pemukiman ideal bagi berbagai jenis kupu-kupu. Saat ini tercatat sekitar 150 spesies kupu-kupu yang hidup di sini. Beberapa diantaranya merupakan spesies khas yang sulit ditemui di daerah lain. Tak heran bila tempat ini pernah terpilih sebagai pelaksana konferensi internasional kupu-kupu.

Dalam mempromosikan kawasan wisata alam Bantimurung, Pemerintah Daerah Kabupaten Maros pernah membuat akronim nama Bantimurung yang mirip parodi yaitu: Banting Murung, tempat anda membanting kemurungan.

Adapun Karaeng Simbang wafat pada tahun 1957 dan dimakamkan di Belakang Masjid Pakalu (salah satu kampung dalam wilayah Kerajaan Simbang, sekarang bernama Lingkungan Pakalu dalam wilayah Kecamatan Bantimurung), yang dibangun dengan dana swadaya di atas tanah pribadinya. Karena itulah ia bergelar Matinroe ri Masigi’na (yang dimakamkan di mesjidnya). Nama lengkapnya, Patahoeddin Daeng Paroempa Sultan Iskandar Muda Matinroe ri Masigi’na.(p!)

*Tulisan ini didukung oleh berbagai sumber.

*Citizen reporter Ilham Halimsyah dapat dihubungi melalui email ihsyah@telkom.net

| Beri Komentar| Jumlah Komentar (26) |

Komentar :

01-08-2009
Dari : efi | mufizi_ms4ever@yahoo.com
qw jD KgN mA KtA MAkAsSar

01-08-2009
Dari : efi | mufizi_ms4ever@yahoo.com
qw jd kgn ma kota makassa

29-07-2009
Dari : trie | trie93@yahoo.com
bantimurung begitu indah untuk dilupakan namun begitu menyedihkan untuk dikenang..karena disana aku harus kehilangan sahabat terbaikku. sebaiknya tempat itu lebih dijaga dengan baik agar tidak jatuh lagi korban..

20-05-2009
Dari : Sultan | Sultan.blogspot.com
Karaeng simbang ada di simbang, jd tdk mkin pusaraxa ada di pakalu. Tp ada di garantiga, yg org bilang, butta sabuka.

03-04-2009
Dari : wiywii | marsha_wii@yahoo.co.id
Hmmm...kanGenK' mw kebantirunG!!?,makku ro pale ceriTana,...tq!!!(^_ ^),

18-12-2008
Dari : A Feri | ferifudailddn@yahoo.com
menurut saya bantimurung itu adalah lokasi yang sangat strategis untuk dikembangkan maros sebagai tujuan wisata utama bagi warga kota makssr dan sekitarnya, sehingga saatnya sekarag untuk dilengkapi dengan berbagai fasilitas bertaraf internasional

12-11-2008
Dari : patembe | patembe@gmail.com
Hmm...tawwa na' baru tompi iya uisseng nakko pakkoro pale caritanna Benti Merrung...>! he..he.. Thanksss..... :D

21-10-2008
Dari : dg paricu |
nampa anne kuassengi anjo caritana ttg bantimurung sambalu padahal sejak kecil dulu sering diajak plesir ke bantimurung , mungkin orantua saya juga tdk tahu asal muasal nama bantimurung ini. kalao memang ini benar sebaiknya pada setiap cetakan promosi kab.maros, cerita ttg benti merrung ini di selipkan .

12-09-2008
Dari : |

12-09-2008
Dari : hamra | aista 1688 @hotmail. com
jadi rindu sama bantimurung ,dulu sering kesana sama teman sekolah .tapi sudah lama juga tidak kesana karna saya tidak ada di indonesia .nanti pulang aku mau kesana

03-08-2008
Dari : RANDHY |
KANGEN

12-07-2008
Dari : Maryama Usman | meryoesman@yahoo.co.id
sy orang Maros dan tinggal di dekat Bantimurung...so bangga juga bisa membaca artikel tentang bentimurung di sini...

04-11-2007
Dari : basri marzuki | basri_marzuki@yahoo.com
waktu masih kecil, saya sering mandi di sini. hampir setiap hari minggu, saya selalu menyempatkan waktu ke tempat ini. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dari rumah tinggalku sangat memungkinkan merasakan sejuk airnya hanya dengan mengayuh sepeda mini. Saya memang lahir tidak jauh dari kawasan wisata yang 'katanya' makin ramai dikunjungi ini. Melihat postingan ini, saya jadi rindu kembali kampung halaman. sudah hampir 11 tahun saya tak pernah melihatnya lagi. terima kasih atas postingannya.

01-09-2007
Dari : byd | bwydha_mcr@yahoo.co.id
bantimurung???? d mnakah itu?????

24-05-2007
Dari : chara | www.khara_leocute@yahoo.com
tempat permandian ini adalah tempat favorit koe dari keci!!!tempatnya indah,namun kebersihannya masih perlu di perhatikan dan fasilita yg tersedia mestinya di gunakan dgn baik.

21-05-2007
Dari : chaidir | chaidirsyam@yahoo.com
artikelnya bagus, moga-moga taman wisata lainnya juga bisa dibuat artikelnya, khan sekalian promosi wisata bosssssssss. Hidup Maros

15-05-2007
Dari : Ahmad M Palanrangi | cabello_02@yahoo.co.id
Oh bagaimana nasibmu Bantimurung sekarang. suatu saat aku datang mengunjungimu, apakah sama dengan dulu .......

28-03-2007
Dari : erna |
Artikelx bagus.. mengingatkan waktu aku bwt film dokumenterx Bantimurunng. Tapi sayang bantimurung yang sekarang tidak seindah yang dulu, terkesan tidak alami lagi karena sudah banyak pembangunan yang dilakukan disana. Tapi dengar2 bantimurung mau dikembalikan seperti dulu lagi yang semuax serba alami?? Kapan? & apakah sesuatu yang sudah diubah bisa kembali seperti semula????

03-03-2007
Dari : burhanMH. | hattaboer@yahoo.com
trimakasih infonya sodara.. sa jadi tau' mi skarang asal mulanya nama air terjun bantimurung. Salama'..

20-01-2007
Dari : Daeng Djarre | djarre@bosowa.co.id
Jago memang tongko aku Illang....Brovo tawwa, angkatki juga tentang kerajaan di Kassi Kebo

08-01-2007
Dari : m@mY pOOh | ryan_080687@yahoo.com
Brafo buat panyingkul, BTW usulan buat kuiz ttg pengirim yang dimuat ceritanya dapat hadiah biar semangat gt nulsinya. Thanks bgt buat panyingkul jadi mediator Qta2

26-11-2006
Dari : alan | perpala@yahoo.com
bagusji klo bantimurung itu diperbaiki dan dijadikan objek wisata internasional, tapi jangan klo mo dtg saja presiden baru diperbaiki. Kelihatan pengelola bantimurung terkesan menjilat. padahal masyarakat juga senang klo bantimurung itu bersih tiap saat & lngkp fasilitasx, dan tdk mahal parkirx!!!!!!!!!!

26-11-2006
Dari : ahmad syamsuddin | ak_syam@yahoo.com
well, bagus memang kalau lelaki baik ini dijadikan saja sebagai adipati di kabupaten maros. mungkin dia pribadi setuju; tinggal kita tunggu saja pendapat orang maros, setuju ndak..

04-11-2006
Dari : kasman | kasmanpost@yahoo.co.id
iyyo tawwa..bagusna tulisanna... ajarika' dulu menulis ces... tulisanna mengalir bagai "benti"... tapi tidak "merrung" membuat pembaca termenung...

01-11-2006
Dari : nilam indahsari | nilam@panyingkul.com
wah, baca tulisan ini jadi kangen lagi dengan bantimurung yang baru saya kunjungi hari minggu (29/10) lalu, di sela-sela waktu bolos kkn..hehehe.. tapi masih agak takut sih soalnya waktu pulang hari itu saya melihat darah segar orang yang baru saja dijatuhi batu dari atas gunung.. sebenarnya dari tulisan ini, saya berharap mendapatkan secuil cerita tentang kampung yang kata ayah saya bisa didapati setelah menyelam lewat salah satu lobang yang terdapat di celah-celah batu cadas tempat permandian bantimurung..kalau tak salah ingat, kampung itu seperti kampung mati yang di dalamnya terdapat banyak patung-patung manusia. tapi, setidaknya lewat tulisan ini saya mengetahui sejarah penamaan bantimurung. tetap menulis ya kak ilo...ciaooooooo ;)

17-10-2006
Dari : ruslee | muhruslee@yahoo.com
wah, bagus nih artikelnya. Saya orang bugis yang sehari2 menggunakan bahasa bugis, tp baru tahu kalo "benti" itu kata halus utk air, biasanya kita pake kata "wei"... thanks bang Ilo'...



 :: CITIZEN REPORTER
Makassar di Panyingkul!: Sebuah Persembahan
(Kamis, 12-07-2007)
Ayo Bergabung di Panyingkul!
(Minggu, 29-04-2007)
Catatan Sederhana Para Citizen Reporter
(Selasa, 31-10-2006)
Tentang Citizen Reporter dan Rubrik di Panyingkul!
(Rabu, 11-10-2006)
Riuh Rendah di Panyingkul!
(Rabu, 16-08-2006)

Untitled Document
 :: DUNIA SEGIEMPAT KAREBOSI






 :: PILKADA




 :: ALBUM PUASA 2008




Untitled Document
 :: KONTAK TIM PANYINGKUL!

Email Redaksi :

redaksi@panyingkul.com

Tim:
yus@panyingkul.com
+62 813 226 80844

Moch. Hasymi
+62 811 955 954


© Juni 2006 - Panyingkul.com All Rights Reserved
Desain Web : Nesia Andriana -- Supported by: Yuhardin