Untitled Document
 


Untitled Document
.KITAKITA
:: Jika Anda di Panyingkul ::
 
 KABAR KITA
 
 BERANDAKITA
Kegilaan, Dari Cinta Mati di Pulau Rajuni Hingga Riwayat Kadang
:: Ivan Firdaus ::
Baba Guru, Mengenang Film Rhoma Irama di Klenteng Galesong
:: Kamaruddin Azis ::
Mengagumi Tenun Troso, Mengenang Tenun Sengkang
:: Suryadin Laoddang ::
Perempuan Besi di Gunung Perak (2-selesai)
:: M. Aan Mansyur ::
Perempuan Besi di Gunung Perak (1)
:: M. Aan Mansyur ::
 
 RISETKITA
Rasa Takut : Yang Dicitrakan, Yang Dipelihara
:: Aria W. Yudhistira ::
Risetkita: Pramoedya versus Sejarah Resmi
:: Nurhady Sirimorok ::
Hikayat Rumpon Nelayan Mandar
:: Muhammad Ridwan Alimuddin ::
Di Makassar Pernah Ada “Negeri Wajo”
:: Nurhady Sirimorok ::
Surat Itu Ditulis Upas kepada September
:: Nurhady Sirimorok ::
 
 BUKUKITA
 
 KATAKOTAKITA
Kenapa si Gondrong yang Maju?
:: Ivan Firdaus dan Mustamin al-Mandary ::
Karena ‘Rewa’ Badan Binasa
:: Sudirman Nasir ::
Yang Okkot, yang Salah Sambung
:: Nursamsu danTusiana Noor Alfisyahr ::
Kandala`ka`, Kusta Bila Dusta
:: Panyingkul ::
Ayo, Si(ng)kat Terussss..!
:: Panyingkul! ::

 
 TAHUKAHKITA
 

.
 ::
Senin, 14-08-2006 
Mitos : Tujuh Penyelamat dari Karebosi
:: Nilam Indahsari ::


Tujuh Kuburan di Karebosi. Foto : Basrul Haq.


Citizen reporter Nilam Indahsari, melakukan penelitian kecil-kecilan tentang mitos tujuh kuburan yang ada di Karebosi. Dari catatan sejarah sampai koneksi ke alam gaib dibaginya dalam tulisan ini. (p!)
 
Tanpa sebab yang pasti, sejumlah gajah sirkus yang telah dilatih selama bertahun-tahun, tiba-tiba saja mengamuk. Sang pemilik sirkus tentu saja tak habis pikir dengan kejadian aneh ini. Hari itu, pertunjukannya di lapangan Karebosi berakhir kacau. Bukan hanya itu, pagar pengaman sekitar tenda sirkus pun ambruk seketika. Indra, perempuan berusia sekitar 40 tahun, mengenang peristiwa di tahun 1984 itu seraya berkata, "Itulah akibatnya kalau tidak minta izin pada 'penjaga'-nya Karebosi".

Sore itu saya menemui Indra di samping salah satu warung di lapangan Karebosi. Ia bertutur tentang peristiwa gajah sirkus yang mengamuk, juga tentang penjaga Karebosi. Ia tampaknya tahu banyak, dan juga percaya seputar kejadian-kejadian aneh dan kaitannya dengan apa yang disebutnya sebagai penjaga itu. Indra menyebut-nyebut soal tujuh kuburan di tengah lapangan.

Tujuh kuburan itu pulalah yang mengusik rasa ingin tahu saya. Sewaktu masih bersekolah di SD Sudirman IV yang terletak di Jalan Sudirman, saya dan teman-teman sering melihat tujuh kuburan itu, di saat pelajaran olahraga berlangsung di lapangan yang terletak di depan sekolah kami itu. Di suatu malam Jumat, di bulan April, saya sengaja mendatangi kuburan itu. Di sana saya bertemu tujuh orang peziarah.

Menemukan ketujuh kuburan itu di tengah gelap malam, ternyata tak sesulit perkiraan saya. Seseorang yang nongkrong di panggung lapangan, menyarankan untuk mendatangi asal nyala lilin yang ternyata diletakkan di atas masing-masing kuburan. Setelah sampai di sana, saya mengucap salam sama seperti lazimnya ketika berziarah di kuburan umum.

Kelompok peziarah malam itu terlihat khusyuk. Dan di tengah kegelapan, di antara remang-remang cahaya lilin dan temaram lampu merkuri, saya menyaksikan mereka menyalakan sebatang taibani eja atau lilin merah di atas tiap kuburan, menabur bunga, serta membasahi tanah kuburan dengan air. Mereka juga membawa sesajen berupa pisang raja, kelapa muda, dan anak ayam kampung. Semua sesajen itu diangkut dengan sebuah becak, yang sengaja disewa untuk melintasi sayap timur Karebosi untuk keperluan ziarah itu.

Dari penjelasan penjaga kuburan yang bernama Kadir Daeng Naba, saya mengetahui sedikit tentang kelompok peziarah itu. Katanya, mereka itu memiliki warung di pinggir salah satu ruas jalan lapangan Karebosi. Dan keesokan harinya, tibalah saya di warung dimaksud, kemudian bertemu dengan Indra, perempuan yang bercerita tentang penjaga kuburan itu.

Keponakan Indra, seorang anak perempuan berusia sembilan tahun bernama Andi Ani, melengkapi kisah ziarah di malam sebelumnya.. Andi Ani bertutur, bahwa beberapa hari sebelum rombongan mereka berziarah, tantenya yang bernama Suri --yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial, tiba-tiba kesurupan. Melihat Suri yang sedang kesurupan, salah seorang keluarganya lalu mengucap nazar. "Kalau tanteku sembuh, kami akan berziarah ke tujuh kuburan itu," ungkapnya.

Indra, warga yang tinggal di Jalan Bayam, Makassar, itu menambahkan, kisah gajah sirkus yang mengamuk hanyalah salah satu keanehan yang kerap terjadi di Karebosi. Ia percaya itu. Dan tampaknya bukan hanya Indra yang berkeyakinan demikian. Beberapa orang yang duduk di sekitar kami juga menyetujui pernyataan perempuan berambut pendek itu. Mereka percaya berbagai kejadian aneh seperti misalnya panggung pertunjukan yang roboh atau acara yang berakhir kacau, disebabkan karena campur tangan sang penjaga Karebosi.

Barangkali karena cukup meluasnya kepercayaan bahwa setiap hajatan di Karebosi sebaiknya didahului dengan meminta izin sang penjaga, membuat banyak orang yang mengadakan kegiatan seperti upacara, pertandingan olahraga, pasar malam atau konser musik, biasanya berziarah dulu ke kuburan tersebut. Mereka meyakini kegiatan berziarah itu sebagai pertanda minta izin agar kegiatan yang akan digelar dapat berjalan lancar.


Bekas ziarah. Foto : Basrul Haq.


Selain berziarah untuk keperluan meminta izin menyelenggarakan kegiatan, sebagian orang juga meyakini bahwa pemilik tujuh kuburan itu adalah perantara manusia dengan Tuhannya, sehingga doa yang dipanjatkan dari tempat itu berpeluang besar untuk dikabulkan. Kepercayaan itu tak hanya berlaku di kalangan etnis Makassar yang umumnya beragama Islam, tapi beberapa orang keturunan Cina pun biasa berdoa di tempat itu. "Orang yang berziarah memohon berbagai macam permintaan, mulai dari doa agar usaha mereka makin menangguk untung yang besar, hingga meminta kelancaran mencari jodoh," kata Indra.

Lantas, siapa gerangan yang bersemayam di tujuh kuburan itu dan mengapa mereka tidak dikuburkan di kuburan umum saja? Pertanyaan ini juga sebenarnya telah muncul sejak lama di benak saya. Ketika mengikuti kegiatan lari lintas lapangan saat masih SD, saya dan teman-teman biasanya melambatkan langkah setiap melintasi setapak kedua dari pintu masuk sebelah timur Karebosi itu dengan hati yang berdebar-debar. Tapi setelah menatap jejeran kuburan yang tersembul di sela rumput lapangan, kami justru kerap mempercepat langkah karena ketakutan tanpa sebab yang jelas.

Bila merujuk pada sebuah peta kuno yang saya temukan di Museum Balaikota Makassar, disebutkan bahwa Karebosi dulunya adalah sawah yang merupakan wilayah Kerajaan Gowa. Kalau Karebosi dulunya adalah sawah, maka aneh rasanya mendapati jejeran tujuh kuburan di daerah persawahan. Dan meskipun dalam perkembangan selanjutnya, Karebosi kemudian berubah fungsi menjadi ruang terbuka atau alun-alun kota, kehadiran tujuh kuburan itu tetap mengundang tanda tanya saya.


Karena Daeng Naba tak tahu persis tentang detail ketujuh bersaudara itu, maka ia menyarankan saya untuk mencari keterangan di Balla' Lompoa, istana Raja Gowa yang terletak di Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Di sana saya bertemu dengan seorang pemandu. Ia mengatakan tak tahu banyak mengenai tujuh kuburan itu. Namun, ia juga menyangkal bahwa yang bersemayam di kuburan itu adalah tujuh orang bersaudara. Ia yakin tujuh bersaudara yang dimaksud itu dikuburkan di Galesong, Takalar, sekitar 60 km ke arah selatan Makassar. Sehingga orang biasa menyebutnya dengan "Tujua ri Galesong".


Tujua ri galesong? Foto : Basrul Haq.


Konon, tujuh bersaudara itu adalah orang yang dikutuk oleh salah seorang wali karena kenakalan yang sering dilakukannya. Karena kutukan itu, arwah mereka masih terkatung-katung di antara bumi dan langit. Setelah kematiannya, orang-orang memanfaatkan arwah mereka untuk keperluan yang negatif seperti mengguna-gunai orang lain. Orang yang berniat seperti itu biasanya meminta bantuan yang bungsu. Konon, si bungsu yang tuna wicara itu dianggap terkejam di antara ketujuhnya. Ia memiliki kemampuan merasuki tubuh seseorang atas permintaan orang lain.

Setelah bercerita di anak tangga museum Balla' Lompoa, pemandu itupun menyarankan saya bertemu dengan seorang lelaki yang tinggal tak jauh dari Balla' Lompoa. Lelaki itu bernama Andi Djufri Tenribali. Ia lebih akrab disapa Daeng Pile.

Kening Daeng Pile mengernyit melihat kehadiran saya. Wajar saja, karena sebelumnya kami memang tak pernah berkenalan. Ia pun bertanya tentang tujuan saya menemuinya. Tanyanya berbalas ketika saya memberitahukan keingintahuan saya tentang tujuh kuburan itu. Tangannya menutupi mulutnya yang tertutup dan menatap saya lekat, keningnya pun masih mengernyit. Ia tak langsung mau bercerita panjang lebar. Ia hanya meminta saya menulis apa saja yang ingin saya ketahui tentang tujuh kuburan itu di atas selembar kertas. "Saya akan memilah mana yang bisa saya jawab," ujar Daeng Pile sambil berjanji memberikan jawabannya dua hari kemudian.

Dua hari kemudian saya menemuinya lagi. Tapi ia belum memberikan jawaban sama sekali. Ia mengaku, dalam dua hari itu ia selalu merasa terhalangi untuk membalas pertanyaan saya di atas selembar kertas juga. "Sepertinya saya harus minta izin dulu sebelum memberi jawaban," ujarnya. Daeng Pile mengatakan, ia akan meminta izin melalui meditasi, untuk itu ia meminta nama saya yang menurutnya akan disampaikan kepada pemilik tujuh kuburan itu. Jika diizinkan, maka ia baru berani bercerita kepada saya. Persoalannya, "lebih mudah menghadapi kemarahan orang yang masih hidup daripada yang telah tiada," kata Daeng Pile.

Katanya, di saat-saat tertentu, ia memang menarik diri dari keramaian lalu berdiam melakukan meditasi di salah satu bilik rumahnya di bilangan Syamsuddin Tunru, Sungguminasa, Gowa, itu. Meditasi itu biasa dilakukannya di malam bulan purnama. Sebelumnya, ia menyiapkan paling kurang tiga sisir pisang, air kelapa muda, dan kain putih sepanjang satu meter. Dalam meditasinya, Daeng Pile berkomunikasi dengan pemilik tujuh kuburan itu. Lama kelamaan, ia pun merasa telah ada semacam benang merah yang terjalin antara mereka. Ia pun diberitahu mengenai siapa, dari mana, dan kapan kuburan itu mulai ada.

Di hari ketiga, saya akhirnya mendapatkan jawaban, meski tak semuanya. Ternyata Daeng Pile kerap pula berziarah ke kuburan itu sejak kurang lebih sembilan tahun lalu. Ia ke tempat itu karena percaya pada apa yang dikisahkan beberapa penutur tradisi yang ditemuinya. Semua cerita mereka seragam, bahwa suatu ketika nanti Makassar dan sekitarnya akan dilanda kekacauan. Pusat kekacauan itu adalah di Karebosi, karena di tempat itulah konon nanti menjadi ajang orang-orang saling bunuh sehingga tanahnya akan digenangi darah hingga pergelangan kaki. Dan yang bisa meredakan keadaan itu adalah tujuh orang yang turun dari langit atas seizin Tuhan. Mereka akan turun tepat di daerah kuburan itu.

Para penutur tradisi juga mengaitkan kejadian itu dengan apa yang tertulis di dalam Al Quran. Dalam kitab suci umat Islam itu, digambarkan munculnya sosok Dajjal yang akan membawa dunia ini pada keadaan kacau balau. Menurut mereka, pada keadaan yang disebabkan oleh Dajjal itu pula ketujuh orang tersebut turun dari langit.

Tapi bukan cuma itu yang membangun keyakinan Daeng Pile. Lelaki yang pernah jadi pemandu wisata di Benteng Fort Rotterdam ini, juga mencari-cari informasi mengenai kuburan tersebut yang kemungkinan saja terselip di antara lembaran naskah-naskah kuno. Dan yang lebih memperkuat keyakinan Daeng Pile itu adalah pengalaman batinnya bercakap dengan pemilik tujuh kuburan itu.

Daeng Pile akhirnya akhirnya bersedia membagi pengetahuannya tentang tujuh kuburan itu. Maka bertuturlah Daeng Pile, bahwa sejarah kuburan itu dimulai pada abad ke-10. Kala itu Karebosi masih masuk dalam wilayah Kerajaan Gowa-Tallo yang meliputi Sungai Tallo bagian utara hingga Barombong bagian selatan. Waktu itu pusat kota Makassar terletak di Benteng Somba Opu sehingga benteng itu dinamakan pula benteng Makassar. Setelah peperangan antara Kerajaan Gowa dan VOC meletus pertama kali pada 1667 dan dimenangkan oleh VOC, Sultan Hasanuddin terpaksa menandatangani Perjanjian Bungaya pada 18 November 1667. Dari perjanjian perdamaian ini, pusat Makassar terbagi ke Benteng Jungpandang juga.

Karena masih merasa terancam, VOC yang waktu itu dipimpin oleh Laksamana Muda Cornelisz Janszoon Speelman, menyerang lumbung padi rakyat Gowa dan membumihanguskan Benteng Somba Opu pada 1668-1669. Setelah peperangan kedua itu, VOC akhirnya mengambil alih pusat Makassar yang waktu itu hanya di benteng Jungpandang dan mengubah namanya jadi Fort Rotterdam. Speelman pun mulai unjuk gigi dengan melakukan perluasan kota pada 1670. Master plan perluasan kota itu tetap dilanjutkan oleh pengganti Speelman. Pada 1890 saat Makassar berstatus sebagai kota afdeling, Pemerintah Hindia Belanda berhasil memasukkan Karebosi ke dalam wilayah kota Anging Mammiri ini .

Konon menurut cerita, Gowa di abad ke-10 dilanda keadaan kacau balau. Gowa bagai sebuah rimba tak bertuan. Orang-orang saling beradu kekuatan. Setiap orang ingin membuktikan bahwa, dirinyalah yang terhebat. Dan akhirnya yang lemah tersingkir dari kehidupan.

Suatu hari di kala itu, Gowa dihantam hujan deras dan petir yang menyambar-nyambar. Peristiwa itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam. Dan di hari ke delapan, petir akhirnya berhenti berkilat-kilat dan hujan hanya bersisa pelangi dan gerimis seperti benang halus yang jatuh dari langit. Karebosi yang dulu merupakan hamparan luas nan kering lalu digenangi air.

Lantas sekitar ratusan mata rakyat Gowa saat itu tiba-tiba menyaksikan timbulnya tujuh gundukan tanah di tengah hamparan tersebut. Tujuh orang bergaun kuning keemas-emasan pun muncul sesaat lalu menghilang di tengah gerimis. Yang tersisa kemudian hanya tujuh gundukan tanah berbau harum.

Tak ada yang tahu asal muasal ketujuh orang itu. Namun, rakyat Gowa saat itu percaya kalau mereka adalah tomanurung (semacam dewa dalam mitologi Bugis Makassar) yang dikirimkan oleh Tuhan untuk negeri mereka. Kehadiran tujuh orang yang disebut sebagai Karaeng Angngerang Bosi atau Tuan yang Membawa Hujan, pun menginspirasi rakyat Gowa saat itu untuk memberi nama hamparan yang kemudian mereka jadikan sebagai sawah kerajaan itu. Jadilah nama Kanrobosi diberikan pada sawah itu. Kanro berarti anugerah yang Maha Kuasa dan bosi berarti hujan atau bisa juga bermakna kelimpahan. VOC kemudian mengubah nama itu jadi Koningsplein. Setelah penjajah Belanda menyerah, nama itu lantas berubah lagi jadi Karebosi seperti yang dikenal banyak orang dewasa ini.

Kurang lebih lima abad kemudian, di bawah kepemimpinan Batara atau Raja Gowa ke-7, tujuh gundukan tanah itu dihormati sebagai tempat berpijak pertama kali tujuh tokoh kharismatik tersebut. Lantas beberapa orang membentuk tujuh gundukan itu menyerupai kuburan dengan cara tiap gundukan diberi batu sebanyak tujuh buah. Cara ini sering dilakukan orang-orang di jaman dahulu untuk menandai sebuah kuburan.

Seiring berjalannya waktu, berziarah ke tujuh kuburan itu dianggap sebagai salah satu warisan tradisi penghormatan masyarakat dan penguasa setempat kepada tujuh tokoh yang diperkirakan turun dari langit tersebut. Pada saat H.M. Daeng Patompo menjabat sebagai Wali Kota Makassar pada 1965-1978, tujuh kuburan itu sempat ditutup. Namun beberapa orang yang percaya akan mitos ketujuh kuburan itu memugarnya kembali.

Mitos yang diyakini sebagian orang itu mengatakan, bahwa ketujuh tokoh tersebut akan turun lagi ke bumi suatu ketika nanti. Namun, seperti kedatangan mereka semula, akan ada pula kondisi tak menentu yang mendahuluinya. Bahkan keadaan itu telah digambarkan di dalam Lontara dengan kata-kata: jarangji na kongkong sikokko na sitindang, ganca-gancamo cera'. "Hanya kuda (yang merupakan simbol penguasa) dan anjing (sebagai simbol penentu kebijakan), saling gigit dan tendang hingga akhirnya terjadi pertumpahan darah," kata Daeng Pile mengutip salah satu isi dokumen Lontara itu.

Di saat banjir darah itulah, konon katanya di Karebosi akan muncul secara tiba-tiba tujuh balla` lompoa atau istana yang bentuknya serupa. Uniknya, bukan hanya bangunannya yang sama, tapi fisik, roman wajah, perilaku, dan kharisma penghuni istana juga bak pinang dibelah dua. Tapi di antara tujuh tokoh itu ada yang memiliki kharisma paling kuat. Tokoh itulah yang nanti akan jadi pemimpin utama dan menunjuk orang-orang yang dianggap bisa memulihkan keadaan pada saat itu. Dalam kepercayaan mistik Jawa, tokoh itu dikenal dengan sebutan Ratu Piningsit. "Saya memerkirakan tokoh yang pijakannya di tengah itulah yang nanti akan menjadi tokoh berkharisma paling kuat itu. Karena bagi saya, tokoh itu merupakan penyeimbang antara 7 lapis langit dan 7 lapis bumi," sebut Daeng Pile.

Namun Daeng Pile masih enggan menyebut secara detail persona masing-masing tujuh tokoh tersebut. Baginya hal itu masih tabu untuk diceritakan dan telah jadi konsensus antara dirinya dengan para penutur tradisi, dan mungkin juga dengan ketujuh tokoh tersebut. Ia punya alasan sendiri untuk itu. Menurutnya, dengan menyebut persona ketujuh tokoh itu dapat berpengaruh pada keberadaan seseorang atau negeri dalam berbagai hal, seperti bencana alam, kekacauan, kesengsaraan, yang memengaruhi aspek kehidupan dari rakyat maupun penguasa.

Terlepas dari beragamnya hikayat yang ada, ritual berziarah ke tujuh jejeran makam itu tetap berlangsung hingga hari ini. Mereka datang dengan kepercayaan dan tentunya saja niat yang berbeda-beda. Dan di tengah riuh rendah berbagai kegiatan di Karebosi, dari keramaian pidato politikus di musim kampanye, dari kelincahan kaki para pemain PSM menggiring bola, dari hingar bingar pertunjukan musik, hadir legenda abadi tentang tujuh penjaga Karebosi, yang dipercaya, yang diziarahi, dan menjadi tempat orang-orang menundukkan kepala, berdiam dan berdoa, ditemani nyala lilin merah, taburan kembang, dan sesajen. ( p! )

*Citizen reporter Nilam Indahsari adalah mahasiswi jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Hasanuddin, Makassar, dapat dihubungi di nilam_indahsari@yahoo.com

| Beri Komentar| Jumlah Komentar (56) |

Komentar :

17-08-2010
Dari : muh. takbir | marshall.shit@yahoo.co.id
Kuburan Tujuah di Karebosi sejarah yang tidak jelas. mengapa saya katakan demikian karana saya tidak mengirti jalan ceritanya seandainya saya mengerti itu pun masih kurang jelas...jadi tolong di jelaskan !!! Terimah kasih.

20-07-2010
Dari : Muliyaty Arief | ariefmuliyaty@yahoo.co.id
Trims, sambutan ramah ketika saya mengambil sertifikat Hut ke-3 Panyingkul

12-10-2009
Dari : rizqa | rizqa.muthmainnah@gmail.com
wah, tulisannya kerennnn...^^ saya jadi tahu ttg "tujua"

25-09-2009
Dari : gilang yudistira azis | gilangyudistira@ymail.com
dalam lontara' lama tertulis bahwa : "akan muncul 7 makam anak raja di karebosi, dan itulah p'mulaan babak baru di karebosi tentang kejadian yang akan selanjutnya......... ......

31-08-2009
Dari : Muliyaty Arief | guysarief@co.id.
Mitos & keberadaan kuburan dikarebosi tersebut ,setelah proses revitalisasi membuat saya kaget tercengang, bahwa ternyata di lapangan karebosi terdapat kuburan, padahal selama ini menurut sepengetahuan saya adalah alun-alun & salah satunya sebagai tempat waria makassar.

13-11-2008
Dari : Ridwan Damang | rdamang@gmail.com
Iyo Tawwa,,Bagus jeng.... Terlepas dari Mitos Tujua Karebosi, Seharusnyalah kita menjaga "KEASLIAN & KELESTARIAN" Karebosi. Saya Pribadi Sangat kecewa dengan Program Pemkot yang Bongkar2 Karebosi. Masih banya'ji kodong kawasan yang luas dan bisa dibangun knapa mesti karebosi????? tidak cukupkah dgn adanya MTC, MAKASSAR MALL, GTC, MARI Etc..., berubah dan berkembang itu manusiawi boss...tapi ada hal2 yg hrs dijaga, disimpan, ditabung, dilestarikan. CAMKAN INI BAIK2. belajarlah dari konsep tata kota kolonial belanda dulu. CAMKAN BAIK2 KODONG. PLEASE jangan sampai ROTTERDAM, SOCIETEIT DE HARMONIE juga jadi sasaran konsep brutal berikutnya. Naudzu billaah.

08-11-2008
Dari : arhyen | http://mywordpit.blogspot.com
apakahh terendamnya mall karebosi sedikit campur tangan penunggu lapangan itu??

05-09-2008
Dari : Abdi | cabod_coy@yahoo.co.id
Informasi dari seseorang yang menggunakan metode supranatural masih kurang meyakinkan, mungkin dinda bisa lebih menambahkan dengan informasi berupa naskah atau foto2 yang lebih myakinkan, Tapi salut banget buat dinda yang melakukan penelusuran hingga mendapatkan info yang juga baru aku tahu sekarang..Thanks infonya

08-08-2008
Dari : ojhie | goerdam_mrit@yahoo.com
Ass. kk Nilam thanks atas informasinya. salut.. he..he... smoga tambah sukses slalu. n aku tunggu yach article slnjtx. g tertarik ma sejarah ttng KARAENG GALESONG? krn pasti lebih seru lagi dech ma BUNGUNG BARANIA. ok. thank before....

30-07-2008
Dari : fandi | fandi08@yahoo.com
sejarah yang mungkin terlupakan oleh masyarakat makassar terungkap kembali melalui cerita ini.ceritanya semakin menarik ketika penulis menghubungkannya dengan kisah yang ada dalam al-Quran. salut

15-07-2008
Dari : mustain ruddin | mus_thaink@yahoo.com
wih.... ini nih tulisan yang komplit ttg karebosi. barupi kudapat ttg siapa sebenarnya punya kuburan itu. ternyata tidak adaji paleng jenazah disitu hanya gundukanji pale.

26-05-2008
Dari : rijal | risal@yahoo.co.id
aku salut ama

29-04-2008
Dari : yahya | yayat_81@yahoo.co.id
persamaan karebosi dan naga bonar jadi dua adalah masuknya modernisasi mengubah wajah warisan sejarah.salut buat nilam teruskan penelitiannya

25-04-2008
Dari : Agoes | es_potenk@yahoo.com
dari kecil gw maen d karebosi..... ga ad hal2 aneh yang gw rasain d sana....!!! sampe jady pemain bola pun.....gw ga pernah lyad yang aneh2..... emank sih banyak banget versi nyah tentang tuh 7 kuburan......ntah mana yang bener dan mana yang ga bener....!!! toh tetep.....setiap apa yang lebih dulu ad sbelum qta nyah ad....itu harus d hargain....dan d hormatin....!!! artikel lo boleh juga.....penelitian lo tentang situs ini cukup jauh....cuman ending nyah lom ad..... ga ad bs jelasin smua nyah...trus terang gw kurang puas dengan hasil nyah...... tapy gpp lo dah coba smampu lo....bwt ngorek situs ini.....!!!!!!

10-04-2008
Dari : Ir. Zulham | zoelham_rsi@yahoo.com
Apa betul ada korban yg berjatuhan disaat lapangan karebosi dibangun oleh walikota H. Ilham Arif Sirjuddin untuk lahan parkir/mall/sarana olah raga.

01-04-2008
Dari : nilam indahsari | nilam_indahsari@yahoo,com
Sebelum cari perbedaan antara karebosi dan Naga Bonar Jadi 2, Rahman harus cari dulu apa persamaan dari keduanya. Karena kita tidak bisa membandingkan 2 hal yang tidak pernah berada pada satu kategori atau level. Bagaimana, kira-kira apa persamaannya? Ini PR loh buat Rahman kalau mau tahu apa bedanya...hehehe

01-04-2008
Dari : nilam indahsari |
Sebelum cari perbedaan antara karebosi dan Naga Bonar Jadi 2, Rahman harus cari dulu apa persamaan dari keduanya. Karena kita tidak bisa membandingkan 2 hal yang tidak pernah berada pada satu kategori atau level. Bagaimana, kira-kira apa persamaannya? Ini PR loh buat Rahman kalau mau tahu apa bedanya...hehehe

21-02-2008
Dari : rahman | parisabdi@yahoo.co.id
Lalu apa bedanya karebosi dengan NAGA BONAR JADI DUA...????????

30-01-2008
Dari : nilam indahsari | nilam_indahsari@yahoo.com
zul...kalau melihat desain u/ revitalisasi karebosi, kuburan ini tidak digusur. cuma saya tidak tahu bagaimana perlakuan tukang ketika memperbaiki ke tujuh kuburan ini. tentu ini perlu sedikit perbedaan karena ini bukan sebuah bangunan saja tapi sebuah situs.

29-01-2008
Dari : zulkifli tahir | zule_dm@yahoo.com
wah.. wah.. hebat banget sampe bisa ngejelasin mitos yang sedetail ini.. btw revitalisasi karebosi ntar ngegusur 7 makam ini gak??

10-01-2008
Dari : muslih wahyudi rachman | the16_superhero@yahoo.co.id
mmmhhhhhh....luar biasa...meski saya mengutuk perbuatan org2 menduakan ALLAH seperti mereka yg menziarahi kuburan dengan sesajen tapi diluar dari semua itu karebosi memang luar biasa...semoga perubahan yg dilakukan pada karebosi tetap mempertahankan kejayaan masa lalunya...

05-01-2008
Dari : tenten | soul_girls@yahoo.co.id
pa kacH.. ReVitliSasi KareBosi dAch dPt ijin daRi eMpuX???????

26-12-2007
Dari : IqBal_panyingkul | iqbal_chuckees@yahoo.co.id
aduh................ .. critax cool banget... gw sampe pnasaran ma critax.... bneran y. karebosi itu mempunya makna yg sangat besar bagi masyarakat makassar,,,, so skerang gw bertanya apa revitalisasi lap. karebosi yg dilakukan oleh pemkot mkassar sudah benar ato salah ? memang kita harus akui keadaan lap. karebosi sangat menyedihkan namun apakah dengan membangun sebuah tempat perbelanjaan di bawahnya tidak membuat nilai sejarah di karebosi menghilang ??? gw harap loe dapat lanjutin crita loe ini .... see you

05-12-2007
Dari : Budi Setiawan | nhank77@yahoo.com
Bravo utk jerih payah anda yg sdh membuat saya kembali kangen dgn makassar. Bgmn dgn isu adanya terowongan antara benteng fort roterdam dgn gedung BNI yg berlokasi ditimur lap karebosi?? ada info??. Info lain...rumah dijalan Slamet Riadi 8 (belakang ex-kantor bapindo) dulu sempat miring karena dibagian fondasi sayap kanannya seperti ada bangunan bawah tanahnya, terowongankah??.

30-11-2007
Dari : hedirx/dira/rama | rama_rockstar@yahoo.com
keren...bkin merinding......

20-11-2007
Dari : Yauri Jusuf | yauri_jf@yahoo.com
Salut bwt Nilam atas jeripayah & infonya, ini juga tdk lepas dari jeripayah & partisipasi Puang Pile atas Info yg diberikan & saya tau persis untuk mendapatkan info tentang 7 Kuburan tua di Lapangan Karebosi itu tdk gampang & tdk sembarang orang bisa tahu seperti yang telah di tuturkan oleh penulis Nilam, Salam untuk Puang Pile Peluk Cium dari Anakda Yauri Jusuf di Jakarta.

07-11-2007
Dari : ariasonda | ariasonda@yahoo.co.id
Menarik, mudah2an nabaca tongi itu walikota kurangmallaka (ilham) sehingga nabatalkanki niatnya mengobok-obok lapangan karebosi.

05-11-2007
Dari : yamien | y4m13n@yahoo.co.id
salut tuk panyingkul....keren tawwa. btw caranya upload berita bagamana ces? thanks jai dudu

05-11-2007
Dari : yamien | y4m13n@yahoo.co.id
salut tuk panyingkul....keren tawwa. btw caranya upload berita bagamana ces? thanks jai dudu

01-11-2007
Dari : dg.nompovs dg biding | hafid_03@yahoo.co.id

31-10-2007
Dari : risal.jamal | risal.jamal@gmail.com
ass.. makasih atas fhotonya na... minta maafKa ku copy ki...wassalammm..

24-10-2007
Dari : hafid | hafid_03@yahoo.co.id
apakah betul karebosi di jual,dan karebosi di jual untuk apa kl tidak perlu lebih baik tidak usah karena karebosi banyak berguna bagi masyarakat khalayaknya penduk kota makassar

10-10-2007
Dari : da2nk | da2nk_punk22@yahoo.co.id
makasih atas cerita dan informasihnya mengenai my city of a good yaitu tentang mistik yang ada di karebosi

04-10-2007
Dari : Dasroel | dasroel@yahoo.com
Saluut bgt deh buat Nilam, saya sendiri yg lahir di Makassar baru tau klo ceritanya kayak gitu, hehehe.. Great story

11-08-2007
Dari : Putte' | aj_putri@yahoo.com
Ass..k'nilam salut deh buat kk meskipun saya g sempat bc smuanya tp asli keren skali kk. niatnya tawwa perjuangan berat kya'nya untuk bs dpatkan criata bgs kya' gini. sa ini sbenarnya sdikit malu karena sdh 19 thn d mksar lumayan sering k lap sahabat (lapbasketkarbos)tp nda pernah dengar yg kya' ginian. makasih y k atas informasinya keren tawwa. sa copy y k thx again

01-08-2007
Dari : Tora cakeep | zuma_cc_79
salut atas kinerja adik Nilam membahas ttg mitos kuburan yg terdapat di karebosi,insting jurnalis yg adik punya smoga mendapat t4 dihati pemerhati insan pers makassar dan nasional,sy tertarik untuk membaca kisah lbh lanjut ttg tujua ri galesong dikarenakan isteri sy ada yg dlm istilah makassar (diguna-gunai),smoga ada yg dpt membantu sy

23-07-2007
Dari : Touya_Sudiro | touya_sudiro@yahoo.com
Saya salut sama yang punya ide membuat web khusus seputar Makassar, caraddeki tawwa. daripada sanging Jawana mamo di cini and di langnger. lebih baik Panyingkul. klo bisa berita teknologi juga di terbitkan ato apa saja, supaya macam - macamki di dalam supaya pembaca kaya bisa puas.....OK Bosss..Salam Panyingku....uuu..

20-06-2007
Dari : Imam | onani_good@yahoo.com
makasih buat cerita dan fotonya. ku kopikina. makasih

05-06-2007
Dari : harris | alstomharris@yahoo.com
Lagi dong cerita macan putih di Tallo, aku ingin tahu lebih banyak gimanasih ceritanya??? salam dari sengkang

30-03-2007
Dari : AZIS | azis.ygc@gmail.com
Saya sangat senang membaca informasi tentang karebosi, hal ini akan menambah wawasan kita akan sejarah sulawesi selatan, khususnya karebosi, walaupun informasi ini masih perlu kajian lebih dalam sehingga informasi ini benar-benar fakta yang terjadi dimasa lalu. Thanks!!! buat penulis, sudah berbagi cerita dengan semua

13-03-2007
Dari : Sapril | sapril.akhmady@gmail.com
Ramaln tentang suatu kejadian besar akan terjadi di karebosi ini juga tersebar di seluruh komunitas-komunitas tradisi di SUlawesi selatan. Di Ammatoa,Kajang hal serupa juga diceritakan, di Onto Bantaeng mitos ini juga tersebar, di Karampuang Sinjai saya juga mendengar mitos ini. Seperti halnya ramalan Jayabaya yang terkenal, ramalan dalam sebuah mitos seringkali menjadi representase dari keadaan suatu negeri dimana ramalan berfungsi sebagai kontrol mental suatu komunitas. Mungkin saja, ramalan ini telah terjadi tetapi terulang dan berulang disetiap zaman.

12-03-2007
Dari : ndost | ndost ygc@gmail.com
setelah membaca ttg mitos karebosi,saya sependapat dgn pemberi komentar yg lain (Handry), bravoo.......

03-03-2007
Dari : genchairun | genchairun@yahoo.com
wah..ternyata karebosi punya mitos yang sangat menarik,selamat buat panyingkul

24-01-2007
Dari : Handry | drynie_happy@yahoo.com
Salut dgn tulisan dari nilam yang sangat detail dan mudah dimengerti. Saya hanya ingin berkomentar mengenai apa yg terjadi di karebosi ini dari pandangan agama Islam. Menurut saya apa yang dilihat banyak orang ketika gundukan muncul dgn org berbaju kuning bisa jadi malaikat atau jin atau bahkan orang biasa. Namun yang pasti apabila orang meninggal arwahnya tidak bergentayangan di antara langit dan bumi tapi langsung ke alam yang lain yaitu alam baka dan tidak tersambung ke alam fana ini dan itu pasti. Jadi kalau beberapa kalangan mengklaim bahwa bertemu arwah di sekitar kuburan itu sudah dipastikan adalah jin atau bahkan setan yang berusaha menjerumuskan manusia kepada kemusyrikan. Segitu saja dari saya. Salam,

24-01-2007
Dari : Lollong M. Awi | angintoraja@yahoo.com
salut dengan tulisan hasil penelusuran yang cukup detail..dan saya tertarik untuk menyentil istilah Taumanurung atau tomanurung, setiap daerah di Sulsel punya versi tentang tomanurung sendiri, bugis, makassar, toraja, dan sebagainya. nah tujuh kuburan yang di Karebosi itu terlepas dari mitosnya (bukankah kejadian yang di luar nalar, sering jadi mitos/dimitoskan), bisa jadi cikal bakalnya ya? sehingga cerita yang "memitos" ini menyebar ke segala penjuru kampungta'

22-01-2007
Dari : rahman | massandala_siwali@yahoo.co.id
sebuah tulisan singkat yg telah, menjawab banyak pertanyaan,n anggapan tentang karebosi dan ketujuh penjaganya,, salam hormat tuk penulis

23-12-2006
Dari : aswin | aswin_nuri@yahoo.co.id
wah saya sangat kagum sama perjuangan kaka'nilam.saya sangat berterima kasih atas informasinya karna ana2 skrang kurang mengenal budayanya mereka bangga akan budaya barat yang menjajah indonesia dan saya sangat bangga menjadi orang makassar.ewako daeng

24-09-2006
Dari : yaya | arach22@yahoo.com
wah nilam..suatu pandangan baru tentang karebosi. sungguh memikat. saya tunggu lagi tulisan yang mengandung legenda seperti ini...

20-09-2006
Dari : ruslee | muhruslee@yahoo.com
wah, mantap sekali tulisannya..sa kira baru ada satu tulisan ini yg membahas secara komprehensive kuburan karebosi yang melegenda ini..salut dan terima kasih Nilam... btw ada satu rasa penasaranku, saya kira dulu itu setan sumiati berkubur di karebosi, atau mungkin cuman cerita anak2ji saja... anyway, salut sekali lagi buat Nilam....

20-09-2006
Dari : ruslee | muhruslee@yahoo.com
wah, mantap sekali tulisannya..sa kira baru ada satu tulisan ini yg membahas secara komprehensive kuburan karebosi yang melegenda ini..salut dan terima kasih Nilam... btw ada satu rasa penasaranku, saya kira dulu itu setan sumiati berkubur di karebosi, atau mungkin cuman cerita anak2ji saja... anyway, salut sekali lagi buat Nilam....

20-09-2006
Dari : ruslee | muhruslee@yahoo.com
wah, mantap sekali tulisannya..sa kira baru ada satu tulisan ini yg membahas secara komprehensive kuburan karebosi yang melegenda ini..salut dan terima kasih Nilam... btw ada satu rasa penasaranku, saya kira dulu itu setan sumiati berkubur di karebosi, atau mungkin cuman cerita anak2ji saja... anyway, salut sekali lagi buat Nilam....

12-09-2006
Dari : Ashar Karateng | ashark@indosat.net.id
setelah hampir 20 tahunan berdiam di makassar (dan sesekali bertugas di tempat lain) saya hanya tau bahwa di karebosi terdapat makam, namun letaknya dimana, siapa mereka dan jumlahnya berapa sama sekali saya tdk mengetahuinya. bahkan ketika saya dengan bangga menceritakan bahwa KAREBOSI merupakan satun ikon Makassar kepada kawan2 saya dari luar Makassar, namun saya tidak bisa menjawab dari kata mana KAREBOSI berasal. tidak peduli apa yang ditulis dan dilaporkan oleh Nilam hanya sebuah mitos, bagi saya telah memberi informasi baru tentang sesuatu yang patut diketahui. bukan perkara benar atau tidak benar, tapi perkara ada sesuatu yang bisa dijadikan dasar untuk memulai kerja baru mencari mana yang sesungguhnya paling benar dan layak di percaya. salam hormat saya pada penulis.

04-09-2006
Dari : emjhie | tanrutedong@telkom.net
Selamat atas peluncuran Untuk Pannyingkul.com sukses slalu. Info budayanya mantap banget....

01-09-2006
Dari : erna raden djamaluddin | ernapb@yahoo.com
aku pernah dengar beberapa cerita seperti hikayat tersebut. khususnya soal GANCA GANCA CERA'...dari "guru" ku. Saya juga sering dengar istilah TAUMANURUNG yang dinanti2 kedatangannya Saya pikir hikayat ini akan terjadi.mari kita mempersiapkan diri masing2..thx

29-08-2006
Dari : Thomas |
salut atas dimuatnya cerita mitos tersebut dan adanya penggalan-penggalan bahas makassarnya.Sekali lagi salut dan sukses untuk panyingkul

26-08-2006
Dari : Canny Watae | cannyscfm@yahoo.com
Dari mana ya dasar patokan waktu yang memyebut abad ke-10? Sepanjang pengetahuan saya sistem Masehi baru kita kenal sekitar abad ke-15 ketika Belanda mulai datang ke nusantara.Dalam laporan citizen yang ditulis ini saya melihat acuan waktu abad ke-10 itu begitu kuat melekat. Itu ji bozzzzz. Salut atas munculnya Panyingkul.



 :: CITIZEN REPORTER
Makassar di Panyingkul!: Sebuah Persembahan
(Kamis, 12-07-2007)
Ayo Bergabung di Panyingkul!
(Minggu, 29-04-2007)
Catatan Sederhana Para Citizen Reporter
(Selasa, 31-10-2006)
Tentang Citizen Reporter dan Rubrik di Panyingkul!
(Rabu, 11-10-2006)
Riuh Rendah di Panyingkul!
(Rabu, 16-08-2006)

Untitled Document
 :: DUNIA SEGIEMPAT KAREBOSI






 :: PILKADA




 :: ALBUM PUASA 2008




Untitled Document
 :: KONTAK TIM PANYINGKUL!

Email Redaksi :

redaksi@panyingkul.com

Tim:
yus@panyingkul.com
+62 813 226 80844

Moch. Hasymi
+62 811 955 954


© Juni 2006 - Panyingkul.com All Rights Reserved
Desain Web : Nesia Andriana -- Supported by: Yuhardin