|
|
| . |
| ::
|
| Kamis, 22-02-2007 | Permainan Tradisional, Siapa Memainkannya Sekarang? :: Winarni ::
| Gasing, salah satu permainan tradisional Foto: Istimewa.
Citizen reporter Winarni merangkum sejumlah permainan anak tradisional yang dulu sering dimainkannya. Di tengah kekhawatiran makin populernya berbagai alat permainan anak-anak yang serba canggih, ia menuliskan semangat dan nilai yang bisa dipelajari dari permainan tradisional yang sederhana. (p!)
| Masa kanak-kanak adalah hal yang sangat indah untuk dikenang. Begitulah yang tergambar saat saya dan sejumlah keluarga berkumpul dan bernostalgia mengenai masa kecil kami. Permainan-permainan yang menjadi pewarna masa kecil itu pun menjadi topik yang kerap diceritakan. Takraw, lojo-lojo, cincin banca, tumbu blanga, enggo dan lainnya, adalah permainan favorit kami. Sayang, permainan tradisional yang unik itu mulai jarang dimainkan anak-anak zaman sekarang, karena telah berganti dengan alat permainan moderen semisal play station. Padahal permainan tradisional adalah ajang melatih kemampuan bekerja sama, mengembangkan sikap persaingan yang sehat dan juga ajang sosialisasi.
Saya merangkum sejumlah permainan anak tradisional yang dulu sering saya mainkan bersama keluarga dan teman-teman, sebagai berikut:
Sepak Takraw
Sepak takraw atau sepak raga adalah salah satu permainan tadisional khas Makassar yang kini sangat populer hingga ke manca negara, bahkan telah menjadi cabang olahraga resmi. Konon permainan raga ini muncul dari sebuah kampung yang dahulu di sebut Ujung Bulo, yang merupakan tempat berkumpulnya para pa`raga. Mulanya gerakan ma`raga hanyalah gerakan biasa tanpa iringan gendang, gong dan perangkat musik tradisional lain. Namun sejak kedatangan seorang pembesar Kerajaan Gowa yang menyebarkan Islam dengan memperkenalkan alat musik tradisional, gerakan ma`raga pun diiringi musik.
Dengan demikian ma`raga menjadi medium penyebaran Islam di daerah tersebut hampir sama dengan yang dilakukan Sunan Kalijaga di Pulau Jawa ketika melakukan syiar Islam. Permainan yang memadukan seni, kemampuan fisik, dan nuansa religius ini pun terus berkembang di kalangan pemuda di waktu itu, bahkan dijadikan sebagai cara untuk memikat gadis-gadis.
Lagu permainan
Hal yang menarik dan unik dari permainan tradisional adalah lagu yang mengiringi permainan tersebut. Lagu seolah menjadi semangat dan simbol antusiasme saat kita memainkannya. Meski sulit untuk mengartikan lagu itu secara harfiah namun ada pelajaran yang mungkin hendak disampaikan oleh penciptanya. Soal siapa yang menciptakan lagu permainan ini, masih menjadi tanda tanya, karena hanya diwariskan turun temurun. Lagu lojo-lojo misalnya, mengisahkan siklus kehidupan dari pa`kanre tai yang dimakan dan akhirnya kembali menjadi kotoran yang seperti bubur.
Lojo-lojo
Lojo-lojo
Lojo pa`kanre tai
pasukki galang-galang
Enteng, ri...
Kacang goreng enak lagi
Dimakan jadi tai
Tainya kayak bubur
Satu dua tiga...
Lojo-lojo adalah permainan anak yang dilakukan dengan menempatkan seluruh jari pemain di sebuah telapak tangan. Saat lagu telah usai maka telapak tangan tersebut akan terkatup dan jari yang tertangkap adalah “jadinya”. Permainan ini biasanya dilanjutkan dengan permainan kejar-kejaran atau permainan enggo (petak umpet).
Cincin Banca
Cincin banca, banca laku banca
Sere makute, bulunna kute
Tenna Sara pannikiang
Hi dahe` ponda kacilo
(versi Bugis)
Cincin banca, banca lako banca.
Pannasai Pannikiang
Laku malo-malonda
I pundo I dare
Assulu ko pundo
Antama ko dare
(versi Makassar)
Cincin banca dimainkan dengan membuka telapak tangan di atas punggung seseorang. Teman yang lain akan memegang benda kecil dan mengililingkannya di atas setiap telapak pemain tersebut. Ketika lagu berakhir maka telapak yang mendapatkan benda kecil ketika itu harus menyembuyikan. Pemain yang digunakan pungggungnya akan menebak dimana benda kecil tersebut berada. Selain mendidik sifat kejujuran, permainan ini juga melatih ketelitian.
Tumbu-tumbu Blanga
Tumbu-tumbu blanga
Blang minyak rong
Rong kaca lele
Tong tong tong
Sambayang kapiteng
Buka satu di bawah
Menyusun kepalan pemain secara vertikal merupakan permainan yang disebut tumbu-tumbu blanga. Saat lagu berakhir maka tangan yang paling bawah membuka kepalannya dan kembali menyanyikan lagu hingga seluruh kepalan terbuka.
Alat Sederhana
Hal yang menjadi keunggulan permainan tradisional adalah penggunaan alat-alat sederhana yang ada disekitar kita. Misalnya permainan appalanta, permainan ini dimainkan dengan menggunakan ban bekas dan kayu sebagai penopang. Dengan bantuan kayu, ban dipantulkan hingga terus melaju. Para pemain pun berkompetisi untuk mencapai garis finis yang telah di tentukan.
Cangke’ juga termasuk permainan tradisional yang memiliki tempat sendiri di dunia permainan anak. Alatnya yang terbilang sederhana yaitu dua buah kayu dengan panjang berbeda serta tantangan yang disajikan membuat permainan ini cukup digemari. Cara bermainnya adalah dengan memantulkan tongkat sebanyak mungkin kemudian melemparkannya sejauh-jauhnya. Pantulan terbanyak dan lemparan terjauh adalah pemenangnya.
Ketangkasan
Meskipun terlihat sederhana tetapi permainan tradisional juga butuh ketangkasan pemainnya. Misalnya saja permainan dende, meskipun hanya berjalan dengan satu kaki tetapi permainan ini juga butuh kehati-hatian agar tidak melewati garis batas. Selain itu keterampilan melempar batu secara tepat juga perlu di perhitungkan. Permainan ini melatih ketepatan target serta konsentrasi yang baik.
Permainan jeka atau lebih akrab disebut enggrang pun demikian. Pemain dituntut memiliki keterampilan dan ketangkasan melangkah dengan menggunakan bambu. Tidak semua orang mudah mempelajari permainan ini karena selain dibutuhkan keseimbangan, permainan ini juga membutuhkan keuletan dalam berlatih.
Lari dengan cepat dan pintar melihat situasi adalah modal untuk bermain asing. Ada yang menjaga dan ada yang berusaha menerobos pertahanan dan berusaha menjadi pemenang. Jika kita kurang hati-hati maka akan di te’ oleh kelompok penjaga sehingga kita pun harus bertukar tempat.
Permainan-permainan tradisional yang saya rangkum ini hanyalah sebagian kecil dari seluruh permainan yang mengisi masa kecil saya. Sekarang terdapat kekhawatiran, permainan tradisional ini akan dilupakan, tergilas popularitas permainan moderen. Di sejumlah negara, museum-museum kota sering mengadakan atraksi permainan tradisional sebagai upaya pelestarian. Pihak sekolah bekerja sama dengan museum kota mengadakan program pengenalan permainan tradisional. Bagaimana dengan kota kita?
Nah, apakah Anda punya pengalaman seputar permainan tradisional, ayo berbagi cerita! (p!)
*Citizen reporter Winarni dapat dihubungi melalui email winarni@panyingkul.com
|
| | Jumlah
Komentar (43) |
|
| Komentar :
28-08-2009 Dari : baharuddin |
28-08-2009 Dari : baharuddin | ardinbaharuddin@yahoo.ci.id olahraga tradisional
adalah baik cuma
terkadang peminatnya
sudah mulai
berkurang
dikarenakan tidak
ada perlombaan
ataupun kompetisi
yang diadakan oleh
pemerintah maupun
masyarakat disisi
lain permainan
moderen menjanjikan
kompetisi yang
serbaon line 14-11-2008 Dari : Birs Genus |
14-11-2008 Dari : Birs Genus |
14-11-2008 Dari : Birs Genus | Kanal_MKs@yahoo.com wah, hebatko
purinang, ini yang
sering kuajarkan
pada anakku yang
lahir dirantau
orang. bravo. 19-06-2008 Dari : salma | salma_sumayya@yahoo.com artikel ini
mengingatkan say
pada masa lalu.
benar. saat ini
susah kita mendapati
anak kecil memainkan
permainan
tradisional ini
lagi. saya sepakat
kita melakukan
festival permainan
tradisional di
makassar. bagaimana
teman-teman? 30-05-2008 Dari : prithikah | prithikah_2993@yahoo.com tolong beri saya
tujuan gasing
dimainkan....terima
kasih.... 21-05-2008 Dari : mamat | helmi_impian_ku@yahoo.com gagi saya maklumat
tentang gasing
alat-alat yang
digunakan please!! 16-05-2008 Dari : WAWA WU CHUN | oxygen_carbon_dioxide@yahoo.com bleh bgtau tak
tujuan sepak raga
dimainkan sahaja...
x nak campur-campur
ngan permainan
lain... please... 29-04-2008 Dari : myra | myra_adyk93@yahoo.com tlg cri en hasil
kajian gasing...
ssh dorh 26-04-2008 Dari : siti | siti@hotmail.com gagi saya maklumat
tentang gasing
alat-alat yang
digunakan
24-04-2008 Dari : rasyid | rasyid2590@YAHOO.COM CAM NE NK CRI
SEJARAH PERMAINAN
NI...??? 24-04-2008 Dari : kamisah bt abdullah | kamisah.yahoo.com
18-04-2008 Dari : yatie | yatie@yahoo.com bg sy maklumat
tentang tujuan
gasing dimainkan dan
alat2 yg digunakan 27-03-2008 Dari : josh kwan | meminta panyingkung
agak menolong saya
mencari asal-usul
permainan
gasing,tujuan
memainkan
gasing,alat-alat
yang digunakan untuk
permainan
gasing.terima kasih 02-01-2008 Dari : safri | sfrey_24 mohon kpad
panyingkung agar
mnampilka
cara-cara,,peraturan
,,permaina-permainan
tradisional yang
laen'a kyeeeee 05-11-2007 Dari : anto-pj | pnxjnx@yahoo.co.id permainan
tradisional menurut
saya memiliki nilai
sosial yang tinggi,
sebab rata-rata dari
permainan ini harus
di ikuti oleh banyak
pemain sebab jika
dilakukan sendiri
mengurangi keasyikan
permainannya
sendiri. nah, kalo
sabung ayam juga
adalah salah satu
permainan
tradisional tapi
disalahgunakan
menjadi tempat cari
uang jadi dilarang..
adakah permainan
tradisional lain
yang bernasib
serupa? 15-09-2007 Dari : Ogi Sidenreng | Buat Yud, Ingat
permainan Massanto'
gak? 05-08-2007 Dari : Juniar | juncheng_ducobu@yahoo.com Menjawab pertanyaan
yang ada di judul
tulisan, sewaktu
saya merantau di
Bogor tahun 1994-96
permainan galasin
masih dimainkan,
bahkan
dipertandingkan.
Sebagai catatan,
galasin itu istilah
di sana untuk
permainan yang kita
sebut 'Asing'.
Itu bisa jadi ide
bagus; bagaimana
kalau menjelang Hari
Kemerdekaan ini kita
pertandingkan
permainan-permainan
masa kecil itu lagi?
Seperti 'Asing' itu?
Main Enggo juga
rame. 05-08-2007 Dari : Juniar | juncheng_ducobu@yahoo.com Buat agusdaeng,
permainan kelereng
menggunakan lubang
di tanah itu namanya
'kilkil' (atau
barangkali Kill!
Kill! haha,
jangan-jangan dari
dulu kita semua
sudah pintar bahasa
Inggris ya).
Sekarang gantian
saya juga penasaran
dengan nama satu
permainan. Dua-tiga
anak duduk
berhadapan
selang-seling, kaki
direntangkan
membentuk rintangan
beberapa macam (satu
"stage" satu macam
rintangan) untuk
dilewati kelompok
lawan. Contoh satu
"stage", lorong
zigzag di antara
kaki dari satu anak
ke anak berikutnya
(tampak atas seperti
ini: V^V). Lawan
harus bisa masuk dan
keluar dari lorong
itu dengan cara
berjalan yang tidak
boleh mengangkat
kaki tinggi, dan
tanpa menyenggol
kaki pembentuk
lorongnya.
Mungkin ini bisa
jadi bahan milis,
dengan topik "apa
nama permainannya?". 25-03-2007 Dari : Camar Qocaq | matrix.jal@gmail.com verifikasi buat
retty
waktu kecil era
70-80an, saya main
tumbu'-tumbu'
blanga....
dan kosa kata yang
dipakai memang
seperti itu...
memang sepertinya
bukan bahasa asli
makassar atau
bugis...
sepertinya adaptasi
dari bahasa
melayu...
karena di akhir
kalimat permainan
ini berbunyi "buka
satu dibawa'"
yang maksudnya
tumpukan tangan
paling bawah yang
terkepal harus
dibuka.
sama dengan
permainan cincing
banca', saya juga
memakai kosa kata
itu dalam
permainan.
namun bisa saja ada
perbedaan dalam
pemakaian kata
'cincing banca' atau
'cincing manca' pada
lain tempat atau
daerah. mengingat
penyebaran permainan
rakyat ini hanya
tersebar secara
lisan di kalangan
anak-anak pada masa
itu.
sebenarnya banyak
lagi permainan
rakyat yang hilang
saat ini, maaf kalau
saya mengabil
istilah di jawa
'dolanan anak'
mungkin lebih cocok.
jadi kemanami semua
ini... selain yang
disebutkan di atas
oleh penulis, ada
lagi yang lain,
seperti
enggo'-enggo'
(enggo' lari/enggo'
jaga), boy-boy,
santo'-santo', dalam
permainan kelereng
juga banyak
jenisnya, saya akui
di makassar
terbanyak jenisnya:
ulu-ulu, pontu,
sontol, poccis, saya
jadi teringat
istilah dalam
permainan ulu-ulu,
yaitu 'galang
santa'' dan 'galang
paracci''
o...iyo... saya mau
tanya teman-teman di
makassar, apa di
sana masih ada
anak-anak yang main
padende? yaitu
permainan ban bekas
yang dipukul
sepotong kayu hingga
bergelinding,
dilakukan sambil
berjalan atau
berlari sambil
menjaga keseimbangan
ban dengan kayu
pemukul agar tidak
jatuh.
masa kecilku di
makassar sangat
indah....rinduku
kodong 25-03-2007 Dari : Retty | mmargret67@yahoo.com Tumbu-tumbu langnga
atau blanga?
Cincing manca atau
cincin banca?
Ada yang bisa
verifikasi bahasa
Makassarnya?
26-02-2007 Dari : tommy | tompart56@yahoo.com ingat benar seperti
yang dikatakan
Muh.Syukri tentang
ode2.Itukan pada
tahun 60an -
70an.Juga permainan
kemiri,biasanya kami
( saya ) pendam dulu
dibatang pohon
pisang agar lebih
kuat.Ada juga
permainan tembak2an
pakai bambu kecil (
lupa namanya )
isinya bunga jambu ,
bunga tai ayam dan
lain sebagainya.
Sering2 ada berita
yang mengingat kami
diperantauan akan
kota Makassar
sebagai kota
kelahiran(masa
kecil). 26-02-2007 Dari : Suzan (MT) | cendrana39@yahoo.com hai teman2
panyingkul... kalo
tertarik untuk
membuat festival
permainan
tradisional seperti
agusdaeng. tolong
donk kirim responnya
ke aku. kalo banyak,
sapa tahu bisa kita
realisasikan. ok...
demi masa lalu yang
indah. 26-02-2007 Dari : Suzan (MT) | cendrana39@yahoo.com hai teman2
panyingkul... kalo
tertarik untuk
membuat festival
permainan
tradisional seperti
agusdaeng. tolong
donk kirim responnya
ke aku. kalo banyak,
sapa tahu bisa kita
realisasikan. ok...
demi masa lalu yang
indah. 25-02-2007 Dari : andri | membaca koment pak
syukri, saya pun
ingat kebiasaan wkt
kecil menebak plat
kendaraan
berdasarkan warna
platnya. misalnya
plat putih atau plat
merah. "Cop... plat
putih..." Hahaha...
Sungguh menarik 25-02-2007 Dari : andri | tulisan yang
sederhana namun
sungguh mengesankan.
Terima kasih
Winarni, saya sangat
terhibur 25-02-2007 Dari : adhy | mo k jg co`do
bam bam tu`, siapa
yang kentut, dia
bussu tara na,
tarasi bonno, anak
buah tidak cebo...
Hehehehe... maaf
kalau agak jorok.
Tapi lagu ini juga
cukup populer wkt
kecil dulu 25-02-2007 Dari : venom | venom_jeka@yahoo.com Wah jadi ingat masa
kecil dulu hehehehe,
hampir semua yg
disebutkan di atas
pernah saya mainkan
semasa kecil. Masih
ada lagi tuh,
ditempat saya dulu
(bulukumba) kita
main kasti dari daun
kelapa jadi sebelum
main kasti setiap
orang akan menganyam
dulu kastinya jadi
setiap ruak atau
penyok langsung
diganti. Ada juga
main bola dari
sampah plastik atau
kertas yg digulung
trus diikat dengan
tali batang pisang.
Ah saya jadi mikir
kapan yah bisa
menikmati permainan
itu lagi....... 24-02-2007 Dari : agusdaeng | saran suzan
(festival permainan
tradisional)
kayaknya bakal seru
kalo direalisasikan,
pasti banyak yg
tertarik jd sponsor
krn mereka rindu
nostalgia masa
kecilnya.
jgn lupa juga main
santo'-santo' yg
dimainkan beregu
(3-4 org/regu)
modalnya hanya
lapangan sama batu
buat dilempar hingga
mengenai batu lawan
yg dipasang digaris
kotak permainan.
batu yg digunakan
umumnya berbentuk
kotak (+/ 10x10 cm2)
dan mempunyai
permukaan yg licin
agar mudah meluncur
jk bersentuhan dgn
tanah, melemparnya
dgn beragam posisi
(berurut mulai dari
berdiri, jongkok dan
bertumpu pd sebelah
kaki, jalan/berlari
dgn sebelah
kaki(dende)dari
titik
tertentu/start.
regu yg kalah kena
sanksi memikul dgn
punggung (dengnge')
regu yg menang
bolak-balik 3x dari
grs lempar terjauh
ke kotak permainan.
main ulu-ulu
(kelereng) dgn
istilah kerennya jk
sdh kritis disebut
galang santa' dan
galang paracci.
ada juga permainan
kelereng yg
menggunakan lubang
yg dibuat di
tanah,cara
bermainnya berusaha
memasukkan kelereng
lawan ke lubang dgn
cara menyentil
(datte') kelereng
dgn sasaran kelereng
lawan sehingga masuk
lubang. apa ya nama
permainan tsb?
24-02-2007 Dari : agusdaeng | nona, thx..kelak
kalo dah punya anak
akan saya ajari
permainan nostalgia
masa kecilku. 24-02-2007 Dari : nona | Untuk Daeng Agus,
namanya permainan
itu ; main beklan,
pakai kerang dan
bola tenis. Kalau
lompat tali itu,
memang paling seru
kalau bisa sampai
lompatan "merdeka",
yang tinggi karetnya
tinggiiiii
sekaliya... duh
indahnya nostalgia
(salam, mantan juara
beklan) 24-02-2007 Dari : agusdaeng | agusdaeng@yahoo.com jadi terharu ingat
nostalgia masa kecil
bersama teman-teman
di Makassar. ces,
kalo main lompat
karet apa ya
namanya? umumnya
anak perempuan yg
main,yg asyik kalo
karetnya udh
seukuran kepala lalu
ditambah lagi
tingginya dengan 5
jari
terbuka..terpaksa
harus gulung rok
baru bisa melompati
karet tsb. lalu ada
juga permainan yg
pakai kerang and
bola
tennis/kasti(buka
tutup kerang dengan
kecepatan tinggi
sebelum bolanya
menyentuh lantai yg
ke dua kali). kulupa
semuami ces..tlg
diingatkan. 23-02-2007 Dari : @P | anto_photo@yahoo.com Cerita yang sangat
menarik, masih
banyak sebenarnya
permainan semasa
kecil. beberapa
contoh yang saya
bisa sampaikan;
"enggo" adalah
semacam permainan
baik siang atau
malam hari dimana
satu orang menjaga
tiang yang lainnya
bersembunyi lalu
akan menjankau tiang
sebagai pemenang,
dokar dimana ban
dokar dibuat dari
lahar bekas, dlm
bahasa makassar
"dokara'", "a'asing"
adalah permainan
dimana terdiri dari
tiga sampai lima
orang, pada lapangan
dibuat garis
sebanyak empat kotak
yang masing-masing
kotak dijaga oleh
satu orang, dan satu
orang "pammuccu"
(anak yang berada
ditengah garis)untuk
menjaga lawan yang
hendak ke garis
bawah, pemenangnya
adalah anak yang
bisa melewati garis
kotak tersebut
kembali ke tempat
semula,
satu lagu yang ingin
saya berikan ;
Cincin mandipo
pammallian
lakkojjang
kayu ma'lemba-lemba
kayu patittili sama
u'
salam makassar
22-02-2007 Dari : Suzan MT(Makassar Terkini) | cendrana39@yahoo.com salam kenal dulu nih
buat teman2 di
panyingkulu. selama
ini saya, bisa
dibilang penggemar
gelapmu, sangat
senang membaca
panyingkulu. infonya
unik dan kritis.
tapi baru kali ini
tangan saya berani
nge-klik tombol
'beri komentar' yang
ada pada situsmu.
entah kenapa. tapi
jujur aja ada
keinginan untuk ikut
nimbrung nih.
ngomong2 soal
permainan
tradisioanl. aku
punya kekhawatiran
yang sama dengan
kamu. makanya sejak
edisi Januari aku
mencoba mengulas
tentang permainan
tradisional Sul sel
di rubrik seni dan
budaya Majalah
MAKASSAR TERKINI.
dan itu kami buat
berseri, dibahas
dari sisi sejarah,
makna, cara bermain
dan sebaginya.
harapan saya, semoga
ini dibaca banyak
orang dan juga
memikirkan bagaimana
caranya melestarikan
permainan
tradisional ini yang
tak lain juga
merupakan salah satu
nilai budaya kita.
Bagaimana kalau kita
buat festival
permainan
tradisional???
22-02-2007 Dari : halim hd. | halimhade@yahoo.com seperti yang pernah
dikutip dan
diceritakan kembali
oleh goenawan
mohammad tentang
rabindranath tagore,
pujangga dan peraih
nobel sastera dari
india, yang ketika
masa kanak-kanaknya
merasa inferior
ketika dia
berhadapan dengan
seorang temannya
yang pulang dari
kota dan membawa
mainan buatan eropa.
dan kini kita
menyaksikan betapa
banjir bandang
mainan anak-anak di
segala penjuru ruang
yang ada bukan hanya
di kota tapi juga di
pedesaan, dan para
orangtua demikian
bangga ketika mereka
membelikan mainan
itu untuk
anak-anaknya. apa
yang terjadi? mainan
anak-anak, seperti
kita ketahui melalui
sentuhan pengalaman
diri kita, misalnya
tentang pelepah
pisang yang kita
jadikan kuda-kudaan
atau
pedang-pedangan,
merupakan bagian
dari ekspresi diri
kita dan sekligus
pula sebagai bagian
dari proses
penghantaran sejarah
sosial kedalam
hubungan relasi
antar diri kita
dengan
lingkungannnya yang
setara dengans
sesama kita. namun
kini tak ada seorang
anakpun yang berhak
menyatakan bahwa
dirinya membuat
mainan. tak ada
seorang anakpun kini
yang berhak
menyatakan bahwa
dirinya mampu
mengerjakan sesuatu.
yang ada: SAYA
PUNYA, KARENA SAYA
MEMBELI. singkat
kata, sangat mungkin
tradisi kita makin
meluntur dan
sebagian sejarah dan
ikatan sosial juga
menghilang. bukan
maksud saya untuk
mengharu biru
tentang masa lampau.
saya hanya ingin
mengajak anda untuk
merenungi kembali,
apa sesungguhnya
makna benda-benda
itu, jika kita hanya
mampu membelinya,
dan tanpa mampu
membuatnya? 22-02-2007 Dari : LaBetta | Aku ingat lagi, ada
permainan namanya
"Makkelar".
Biasanya pemainnya
masing-masing
berjumlah 3 (dua
pasang). Tiga
pemain menjaga
diantar tiang-tiang
(kayak gawang), lalu
kita bertiga mencoba
menerobos sampai
barisan ketiga dan
kembali lagi ke
depan, jika lolos.
Jika ada anggota
kita disentuh atau
ditangkap oleh
lawan, bearti kita
kalah, sehingga kita
lagi yang giliran
menjaga di antara
tiang-tiang. Lawan
kita lagi yang akan
menerobos gawang
kita. Kadang
dimainkan dengan
kekerasan,
"disambit" tangan
lawan ketika kita
menerobos tanpa
perhitungan. Seru
sekali. Harus
pintar nipu-nipu
sedikit, atau
mengalihkan
perhatian lawan dan
lalu lolos. Asyik
banget kayaknya....
ya.. 22-02-2007 Dari : moh. syukri a. yunus | syukri@bi.go.id SANGAT MENYENTUH
MENGINGATKAN KEMBALI
DIMASA LALU DI
JUMPANDANG
PARASANGANTA,
SEKEDAR SHARING:
selain ketrampilan
yang disebutkan oleh
samboritta, ada lagi
yang permainan yang
bersifat judi
GO'RONG2--> yaitu
melempar duit logam
dan sebagai pemenang
adalah yang duitnya
membuka bagian
permukaan burung
dst.
ODE'2--> yaitu
permainan dari
kemasan rokok nilai
yang kemasan rokok
yang paling tinggi
adalah CA' BAYAO
(mungkin sekarang
dipersamakan dgn
permainan
monopoli).
TARU2--> biasanya
yang digunakan
SAPIRI (KEMIRI)
ULU2 --> yang
digunakan adalah
BAGULI (KELERENG)
PATTE2--> yang
digunakan adalah
GATTA (GELANG KARET)
NEBAK akhir nomor
polisi kendaraan
(motor/oto) DD nya
berapaa.. 22-02-2007 Dari : Abidin Ali Patunru | abidin@bi.go.id Yang jelas
artikel-artikel yang
ada di Panyingkul
mengingatkan saya
dimasa kanak-kanak,
hampir semua
permainan yang
diulas pernah saya
mainkan termasuk
permainan
santo-santo dan
enggo-enggo....... 22-02-2007 Dari : Yud | yudee127@yahoo.com Nggak mau kalah
ah... "Ana'na datue
mappagoe goe aje
riwattanna bulu'
paja. Pajatono bosi
wellang tono esso.
Kalo gak salah
nyambung a dengan
yang ini ..."Ku
welliang ko balana',
balana'dua ikko'na
bete tellu
panippi'na".......**
* 22-02-2007 Dari : rose | Nostalgia eui..,
Condok-condok
minnyak, minyak
berelle, burelle
sangka, sangka batu,
batu sigala-gala
isinna,
lajamani-lajamani.
lojo malai, lojo
mlai...)ini lagu
pada permainan
condok2 minyak (how
to? hmm ask more).
22-02-2007 Dari : Yud | yudee127@yahoo.com Di daerah Bugis,
khususnya wilayah
Ajattappareng, saya
ingat ada juga
permainan yang
disebut "Mallogo"
dan "Makkadaro".
Kedua permainan ini
menggunakan
tempurung kelapa
sebagai medianya.
Mallogo relatif
lebih "canggih",
memerlukan
ketangkasan dan
alatnya dibuat
dengan bentuk-bentuk
tertentu, kalau
nggak salah
berbentuk segitiga.
Cara memainkannya,
maaf sudah lupa.
Lagu permainan juga
ada kurang lebih
seperti ini
"Tokko-tokko ndiang,
diang raja minta
sopi, amang soraja,
amang perempuang
bunga
les-les-les-les
paaaaang". Asyik
juga kalau kita yang
ketangkap.
Ada lagi begini
kalau lagi terang
bulan. Oh uleng,
no'komay, tummitte
pico-pico, melo
yagai pico-picoe,
melo yakkodongi
lemo, melo yagi
lemoe, melo yat
tompangi bessi, melo
yagi bessie, melo
ya...... (lupa)
dipake memburu Rusa
(jonga), joga igere
nappa yanre.,
he..he....
Ada juga lagu
plesetan, misalnya
kalao orang lagi
"Mappadendang"
seolah-olah iramanya
begini "Takkedang
Mallakai, takkedang
mallakkai"
(artinya, Yuk
berlomba
bersuami)...Dan
banyak lagi yang
lainnya.......
22-02-2007 Dari : rose | Dulu di kampung,
waktu masih kecil,
saya suka main
galaceng "magulaceng
(verb). Calaceng
bakai lubang (10
lobang) dan setiap
lubang terisi empat
batu. Dimainkan
berdua. Ada juga
pertandingan lompat
tali (mammini).
Pokoknya banyak
deh...wahh asyik
lho.. |
|
|
|
|
| ::
CITIZEN REPORTER |
 | (Kamis, 12-07-2007) |  | (Minggu, 29-04-2007) |  | (Selasa, 31-10-2006) |  | (Rabu, 11-10-2006) |  | (Rabu, 16-08-2006) | |
|
Untitled Document
| ::
DUNIA SEGIEMPAT KAREBOSI |
|
Untitled Document
| ::
KONTAK TIM PANYINGKUL! |
Email Redaksi :
redaksi@panyingkul.com
Tim:
yus@panyingkul.com
+62 813 226 80844
Moch. Hasymi
+62 811 955 954
|
|
|