Untitled Document
 


Untitled Document
.KITAKITA
:: Jika Anda di Panyingkul ::
 
 KABAR KITA
 
 BERANDAKITA
Kegilaan, Dari Cinta Mati di Pulau Rajuni Hingga Riwayat Kadang
:: Ivan Firdaus ::
Baba Guru, Mengenang Film Rhoma Irama di Klenteng Galesong
:: Kamaruddin Azis ::
Mengagumi Tenun Troso, Mengenang Tenun Sengkang
:: Suryadin Laoddang ::
Perempuan Besi di Gunung Perak (2-selesai)
:: M. Aan Mansyur ::
Perempuan Besi di Gunung Perak (1)
:: M. Aan Mansyur ::
 
 RISETKITA
Rasa Takut : Yang Dicitrakan, Yang Dipelihara
:: Aria W. Yudhistira ::
Risetkita: Pramoedya versus Sejarah Resmi
:: Nurhady Sirimorok ::
Hikayat Rumpon Nelayan Mandar
:: Muhammad Ridwan Alimuddin ::
Di Makassar Pernah Ada “Negeri Wajo”
:: Nurhady Sirimorok ::
Surat Itu Ditulis Upas kepada September
:: Nurhady Sirimorok ::
 
 BUKUKITA
 
 KATAKOTAKITA
Kenapa si Gondrong yang Maju?
:: Ivan Firdaus dan Mustamin al-Mandary ::
Karena ‘Rewa’ Badan Binasa
:: Sudirman Nasir ::
Yang Okkot, yang Salah Sambung
:: Nursamsu danTusiana Noor Alfisyahr ::
Kandala`ka`, Kusta Bila Dusta
:: Panyingkul ::
Ayo, Si(ng)kat Terussss..!
:: Panyingkul! ::

 
 TAHUKAHKITA
 

.
 ::
Rabu, 28-03-2007 
Ketika Celebes Convention Center Mulai Dipakai
:: Muhammad Haerul ::


Pintu utama gedung CCC di Tanjung Bunga, Makassar.
Foto: Muhammad Haerul.


Kamis (22/3) pekan lalu, gedung Celebes Convention Center (CCC) di Tanjung Bunga, Makassar, mulai dipergunakan untuk pertama kali. Tadinya gedung yang cukup megah untuk ukuran Makassar ini dibangun sebagai Pusat Informasi Bisnis UKM (usaha kecil-menengah), namun oleh pemiliknya, yakni Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, gedung ini akan difungsikan juga sebagai gedung pertemuan, pameran, dan perkantoran. Citizen reporter Muhammad Haerul yang hadir dalam peresmian itu membagi ceritanya.(p!)

 
Pagi-pagi, jalan menuju Tanjung Bunga sudah ramai dipadati orang. Mereka umumnya ibu-ibu yang datang dari berbagai penjuru kota: Tamalate, Panampu, Tanjung, Sudiang, hingga perkampungan nelayan Untia. Mereka adalah orang-orang biasa yang selama ini ikut dalam berbagai program koperasi dan UKM di Makassar. Namun selain mereka, tidak sedikit pula pejabat pemerintah, pegawai negeri dan kalangan pengusaha. Semuanya menuju ke gedung CCC, yang hari itu akan dipergunakan untuk pertama kalinya sejak dibangun beberapa bulan sebelumnya.

Yang punya hajat telah menyebar 4000 undangan. Maklum, sebelum acara RAT (rapat anggota tahunan) Koperasi Primer Kota Makassar yang akan dibuka Gubernur Amin Syam, diadakan barsanji dan zikir terlebih dahulu. Menurut panitia, ini adalah pencerminan kebiasaan masyarakat setempat setiap kali menempati rumah baru yang dikenal sebagai naik-balla. Barsanji itu dimulai Pukul 08 pagi.

Karena yang datang demikian banyaknya, tentu saja panitia acara repot bukan main. Tiba-tiba saja, misalnya, dua perempuan separuh baya berkelahi di antara kerumunan. Tentu saja semua orang kaget. Setelah dilerai oleh polisi yang bertugas, baru ketahuan bahwa kedua perempuan itu adalah rival. Ternyata perkelahian ini karena masalah pribadi. Salah satu perempuan yang mengaku memukul duluan menceritakan bahwa korbannya adalah selingkuhan suaminya yang selama ini memang sudah dicari-cari. Jadi pas ketemu di acara yang sama, tidak peduli resmi atau tidak, main hantam saja…


Kawasan CCC dilihat dari arah pantai.
Foto: Muhammad Haerul.


Sementara di luar ruangan, panitia sibuk membereskan lampu penerangan ruangan dan mengatasi rembesan air dari mesin pendingin (AC) yang menetes tepat di samping pintu masuk utama. Akhirnya diputuskan untuk mematikan AC koridor utama agar air tidak menetes lagi. Untungnya atap coil base frame yang memayungi exhebition hall dengan luas 3600 m2 tempat berlangsungnya zikir akbar, dibuat cukup tinggi dengan sirkulasi udara yang bagus. Ditambah dengan turunnya hujan, suhu ruangan cukup sejuk walaupun disesaki ribuan pengunjung.

Tapi hujan ternyata membawa masalah baru. Entah karena kesalahan konstruksi atap atau kendala teknis lainnya, salah satu plafond berbahan gypsum di koridor utama meneteskan air yang cukup deras. Namun ada saja akal yang digunakan untuk menutupi tetesan air tersebut. Puluhan pot bunga yang semula menghiasi gerbang masuk, diangkat dan disatukan disekitar titik rembesan air hujan, sehingga tampak sebuah dekorasi baru di sudut ruangan. Tetesan tersebut tidak kedengaran lagi dan tidak lagi menggenangi lantai keramik.

Dari informasi radio, dipastikan rombongan gubernur akan tiba 15 menit lagi. Panitia pun sudah berbaris rapi di sepanjang tangga utama. Tampak pula rombongan keprotokoleran Pemprop Sulsel yang berseragam kebaya biru berbaris rapi mengambil tempat di sisi kanan pintu utama. Namun belum lagi barisan sempurna, semua lampu ruangan berdaya 70.000 watt terpasang, tiba-tiba mati. Alhasil panitia kalang kabut menuju 2 unit genzet dengan kapasitas maksimal 1600 Kva yang menjadi sumber tenaga listrik di belakang gedung. Setelah diutak-atik, akhirnya semua lampu menyala kembali tak lama sebelum gubernur tiba.


Bisa menampung total 19.000 orang.
Foto: Muhammad Haerul.


Dalam acara pembukaan itu terungkap spesifikasi kawasan CCC yang rencananya berisi 3 gedung utama. Gedung yang ditempati acara bernama Exhebition Hall berkapasitas 10.000 orang yang diperuntukkan sebagai gedung pertemuan dan pameran besar. Di sebelah selatannya sedang dibangun Convention Center berkapasitas 5000 orang, diperuntukkan bagi kegiatan promosi/pameran. Sedang di sebelah utara rencananya akan dibangun Ball Room dengan kapasitas 4000 orang, sebagai pusat bisnis/perkantoran.

Di bawah pengawasan dan pengelolaan Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, ketiga gedung yang berbentuk keong ini nantinya akan digunakan sebagai pusat informasi dan bisnis terpadu bagi produk-produk lokal, dengan harapan dapat bersaing dan meningkatkan pendapatan daerah yang berbasis ekonomi kerakyatan. Gedung ini masih dalam tanggung-jawab kontraktornya hingga April mendatang. Rencananya baru akan diresmikan oleh Presiden SBY dalam bulan Juni.

Pidato Amin Syam justru berorientasi kampanye Pilkada. Mungkin ia tidak ingin melepaskan kesempatan tampil di depan banyak calon pemilih seperti itu. Pidatonya sama sekali tidak menarik kecuali ketika Pak Gubernur ini dengan semangatnya memberikan contoh keberhasilan UKM di Ontario, Kanada. “Di sana produknya beragam, mulai dari taplak, kaos tangan, syal dan sweater yang di….yang di…koi’, kata orang Bugis,” kata Amin Syam sambil mempraktekkan cara menyulam. Tentu saja orang tertawa melihat tingkah Pak Gubernur yang “kesulitan” mencari kata-kata bahasa Indonesia yang tepat.

Tapi begitu Pak Gubernur meninggalkan tempat, banyak orang berebut ingin berjabat tangan. Bahkan, ada seorang ibu hamil yang bersusah-payah menembus kerumunan, dan setelah berdekatan dengan Pak Gubernur, ia berkata, “Tolong Pak Amin, pegang-pegang perut saya”. Tanpa pikir panjang Amin Syam sembari tersenyum memegang perut si ibu hamil, dan si ibu itu pun lantas berteriak “Yes… sudahmi dipegang perutku sama Pak Gub”. Entahlah kalau suami si ibu itu tahu perut istrinya dipegang oleh Amin Syam, yang jelas sebagian orang percaya ritual begituan dimaksudkan agar kelak bayi yang dikandung punya sifat dan rejeki yang sama dengan sang tokoh.

Seorang anggota koperasi dari Jalan Tinumbu yang berhasil menjabat tangan Pak Gubernur berkomentar, “Halusna tanganna gubernur di?” Kawannya yang mendengar segera menimpali, “Nassami…ka tanda tanganji nakerja tiap hari”. (p!)

*Citizen reporter Muhammad Haerul dapat dihubungi melalui email ellu_biru@yahoo.com


| Beri Komentar| Jumlah Komentar (3) |

Komentar :

29-03-2007
Dari : halim hd. | halimhade@yahoo.com
semoga saja bangunan itu ter/di-pelihara dengan baik. soalnya, salah satu masalah besar bangsa ini terletak ketidakmampuannya memelihara, sementara begitu banyak sarana dibangun dari pajak warga dan hasil bumi nusantara. terutama soal kebersihan. kita betul-betul kedodoran. dan untuk menguji sejauh manakah sarana publik itu baik, kita bisa mengukur dari wc dan kamar mandi. kalau beres dibagian itu, pasti beres bagian lainnya. sebab, seperti yang kita saksikan dengan plasa losari itu, betapa aneh bin ajaib, sarana ruang publik itu dibangun tanpa ada wc dan kamar mandi. dan betul saja, sekarang sudah bau pesing pada beberapa bagian pojoknya. dan tribun beberapa hari yang lalu memberitakan soal itu. saya pikir, perlu aturan yang ketat, dan bilan perlu petugas berani menegur warga. soalnya, banyak warga kita yang seenak perutnya saja, dan menganggap bahwa bis aberbuat apa saja di ruang publik. lihatlah gedung kesenian sulsel yang historis itu, dan begitu banyak seniman yang selalu teriak berbagai soal, hanya untuk membuang gelas plastik air saja nggak mampu lantaran sikap yang masabodoh terhadap lingkungan kita. dan kita juga berharap bahwa sarana ccc itu benar-benar untuk ekonomi menengah-bawah, dan bukan hanya bagian dari lip service menjelang pilkada.

29-03-2007
Dari : tommy | tompart56@yahoo.com
gedungnya bagus sekali dan diperuntukkan untuk USAHA KECIL MENENGAH.Pasti besar biayanya sebab dari design , pembangunan dan pemeliharaannya tidak mungkin sedikit kalau dilihat bentuk fisiknya dalam foto.

28-03-2007
Dari : arif dg sani | arif_sani@gmail.com
kalau tidak salah terbesar di Indonesia timur ini di? jadi bisami pake konser sekalian, atau ada teman2 panyingkul mau pesta kawin disini?..



 :: CITIZEN REPORTER
Makassar di Panyingkul!: Sebuah Persembahan
(Kamis, 12-07-2007)
Ayo Bergabung di Panyingkul!
(Minggu, 29-04-2007)
Catatan Sederhana Para Citizen Reporter
(Selasa, 31-10-2006)
Tentang Citizen Reporter dan Rubrik di Panyingkul!
(Rabu, 11-10-2006)
Riuh Rendah di Panyingkul!
(Rabu, 16-08-2006)

Untitled Document
 :: DUNIA SEGIEMPAT KAREBOSI






 :: PILKADA




 :: ALBUM PUASA 2008




Untitled Document
 :: KONTAK TIM PANYINGKUL!

Email Redaksi :

redaksi@panyingkul.com

Tim:
yus@panyingkul.com
+62 813 226 80844

Moch. Hasymi
+62 811 955 954


© Juni 2006 - Panyingkul.com All Rights Reserved
Desain Web : Nesia Andriana -- Supported by: Yuhardin