Untitled Document
 


Untitled Document
.KITAKITA
:: Jika Anda di Panyingkul ::
 
 KABAR KITA
 
 BERANDAKITA
Kegilaan, Dari Cinta Mati di Pulau Rajuni Hingga Riwayat Kadang
:: Ivan Firdaus ::
Baba Guru, Mengenang Film Rhoma Irama di Klenteng Galesong
:: Kamaruddin Azis ::
Mengagumi Tenun Troso, Mengenang Tenun Sengkang
:: Suryadin Laoddang ::
Perempuan Besi di Gunung Perak (2-selesai)
:: M. Aan Mansyur ::
Perempuan Besi di Gunung Perak (1)
:: M. Aan Mansyur ::
 
 RISETKITA
Rasa Takut : Yang Dicitrakan, Yang Dipelihara
:: Aria W. Yudhistira ::
Risetkita: Pramoedya versus Sejarah Resmi
:: Nurhady Sirimorok ::
Hikayat Rumpon Nelayan Mandar
:: Muhammad Ridwan Alimuddin ::
Di Makassar Pernah Ada “Negeri Wajo”
:: Nurhady Sirimorok ::
Surat Itu Ditulis Upas kepada September
:: Nurhady Sirimorok ::
 
 BUKUKITA
 
 KATAKOTAKITA
Kenapa si Gondrong yang Maju?
:: Ivan Firdaus dan Mustamin al-Mandary ::
Karena ‘Rewa’ Badan Binasa
:: Sudirman Nasir ::
Yang Okkot, yang Salah Sambung
:: Nursamsu danTusiana Noor Alfisyahr ::
Kandala`ka`, Kusta Bila Dusta
:: Panyingkul ::
Ayo, Si(ng)kat Terussss..!
:: Panyingkul! ::

 
 TAHUKAHKITA
 

.
 ::
Selasa, 09-09-2008 
Bike to Work : Sebuah Upaya Menjaga Bumi
:: Mustamin al-Mandary ::


Bersepeda ke tempat kerja. Foto : Mugi


Tingginya tingkat polusi udara akibat gas buangan kendaraan bermotor, semakin lama mengancam kelestarian bumi, selain itu, berkurangnya cadangan minyak bumi dunia menyebabkan banyak orang mulai melirik sepeda sebagai kendaraan alternatif. Citizen reporter Mustamin al-Mandary melaporkan geliat aktifitas bersepeda di Balikpapan, di bawah naungan organisasi ”Bike to Work”. (p!)
 

Pagi terlihat agak gelap di sisi timur Balikpapan. Walaupun di bagian barat ada sedikit bagian langit yang terang, tetapi Selat Makassar tertutup awan hitam yang tebal. Sesekali kilat menyambar dan guntur menggelegar. Anginpun mulai bertiup membawa hawa dingin dari arah timur. Cuaca ini tidak menghalangi sejumlah warga Balikpapan untuk menyiapkan sepeda dan meng-gowes, demikian istilah mereka jika naik sepeda, ke kantor. Hari itu, tanggal 29 Agustus 2008, adalah hari yang “dirayakan” oleh komunitas yang menamakan dirinya Bike to Work (B2W) di seluruh Indonesia sebagai “Bike to Work Day 2008.” Mereka mengusung misi “Let’s act beyond green.”

Khusus untuk anggota komunitas di Balikpapan, mereka sudah melakukan persiapan dari beberapa hari sebelumnya. Dari pengurus pusat Jakarta, mereka sudah dikirimi atribut berupa baju kaos, stiker, serta bike tag dan pengikatnya yang akan digunakan pada hari itu. Seluruh atribut sudah didistribusikan beberapa hari sebelum acara. Bukan hanya para anggota yang mendapat bagian, tetapi juga para simpatisan yang rupa-rupanya justru berjumlah lebih banyak.

Untuk merayakan Bike to Work Day 2008 itu, para anggota dan simpatisan B2W Balikpapan berkumpul di depan Ace Hardware Jalan Jend. Sudirman pada pukul 6.30 pagi. Sayangnya, kondisi cuaca yang kurang bersahabat pagi itu membuat sebagian besar anggota dan simpatisan tidak jadi datang. Pada jam 6.30, hanya belasan anggota yang berkumpul, termasuk seorang ibu yang sudah lama bersepeda ke kantor di kota ini. Mereka datang dari seluruh penjuru Balikpapan. Beberapa menit kemudian, gerimis pun mulai turun. Sekitar jam 6.45, akhirnya mereka berpisah menuju ke tempat kerja masing-masing.


B2W Day 2008. Foto : Mustamin al-Mandary


Mereka kemudian terbagi menjadi dua kelompok, yang pertama bersepeda ke arah timur dan yang lainnya ke arah barat. Anggota yang bekerja di perusahaan seperti Arutmin, Total, Pertamina, Chevron, bank dan kantor-kantor lainnya di sekitar pusat kota Balikpapan, akan bersepeda ke arah barat; sementara anggota yang bekerja di sekitar bandara dan Batakan seperti Sclumberger, Franklin, dan lain-lain akan bersepeda ke arah timur.

Sekitar jam 7 pagi, gerimis semakin kencang dan beberapa menit kemudian menjadi hujan deras. Kemungkinan, sebagian peserta yang kantornya lumayan jauh, akan kehujanan sebelum tiba di tempat kerja. Tapi dalam kondisi tertentu, dengan bersepeda, mereka bisa menempuh jarak belasan kilometer hanya dalam waktu 30 menit. Itupun sudah memperhitungkan kontur jalan di kota Balikpapan yang berbukit-bukit.

Bersepeda dengan Peserta Fun Bike

Untuk melanjutkan acara Bike to Work Day 2008, komunitas B2W Balikpapan juga mengagendakan untuk melakukan kampanye bersama peserta fun bike dengan tema Bike to work, bike to school, yang disponsori oleh Harian Pos Metro Balikpapan. Mereka menyebarkan selebaran yang berisikan ajakan bersepeda ke tempat kerja serta sosialisasi keberadaan, visi dan misi komunitas B2W khususnya cabang Balikpapan.

Acara fun bike Pos Metro dilaksanakan pada Minggu, 31 Agustus 2008, di mana start dan finish dipusatkan di depan kantor walikota Balikpapan yang terletak di Jalan Jend. Sudirman, Klandasan. Cuaca pagi hari itu juga kurang bersahabat, mendung tebal bahkan gerimis kecil sudah turun sesaat setelah start jam 6.30 pagi. Namun, para peserta yang jumlahnya sekitar 500-an itu tetap bersemangat.

Hampir semua anggota dan simpatisan B2W hari itu juga berkumpul dan bergabung di acara tersebut dengan menggunakan atribut mereka masing-masing, dengan seragam Bike to Work Day 2008 seperti dua hari sebelumnya. Jumlahnya hampir 100 orang. Pengurus B2W juga membuka stand, dengan menumpang di tenda Polygon, untuk memperkenalkan B2W chapter Balikpapan dan menjual beberapa merchandise B2W.


Kampanye bersepeda ke tempat kerja. Foto : Dokumentasi B2W Chapter Balikpapan


Ketika peserta sudah mencapai finish, stand B2W diserbu peserta. Koordinator acara B2W, Mas Herman yang bekerja di Pertamina, sempat pula memberikan sosialisasi singkat di atas panggung, sementara anggota lainnya membagikan selebaran ajakan bersepeda ke tempat kerja. Ketua B2W Balikpapan, Mas Anto yang bekerja di Total, juga sibuk melayani pertanyaan. Beberapa peserta sempat bertanya, “Mas, klub sepeda B2W kapan sepeda bareng?”, Mas Anto kemudian menjawab bahwa B2W bukan klub sepeda seperti yang lain, tetapi sekelompok masyarakat yang bersepeda ke kantor setiap hari.

Hari itu merchandise B2W laris manis khususnya stiker dan bike tag. Pengurus B2W chapter Balikpapan berharap bahwa masyarakat akan semakin mengenal komunitas B2W di Balikpapan. Tapi tentu bukan itu tujuan utamanya. Yang paling penting sebenarnya adalah masyarakat semakin menyukai aktifitas bersepeda, terbiasa menggunakan sepeda ke tempat kerja. Misi utamanya jelas, mengurangi polusi yang menjadi momok bagi masyarakat perkotaan, dan tentu saja menghemat energi yang saat ini menjadi perhatian besar masyarakat dunia.

Sekitar jam 9 pagi hujan pun turun dengan deras. Peserta masing-masing mencari berteduh, di pinggir gedung, di bawah pohon, dan di tenda-tenda sponsor acara itu. Ada pula yang tetap berdiri di area terbuka menggunakan payung, ataupun sengaja berhujan-hujan. Seorang ibu yang mengaku langganan door prize di setiap acara sepeda, dengan setia menunggu di bawah hujan walaupun hanya berpayungkan penutup yang biasanya dipakai untuk menutup kaca mobil. Mereka tentu tidak ingin pulang sebelum acara selesai. Siapa tahu, door prize lumayan yang sudah disiapkan panitia bisa mereka dapatkan. Apalagi hadiah utamanya adalah sebuah motor yang harganya belasan juta.

B2W Chapter Balikpapan

Saat ini, anggota B2W chapter Balikpapan berjumlah sekitar 50 orang. Mereka bekerja di berbagai kantor di Balikpapan, dari perusahaan asing sampai instansi pemerintah; dari pegawai bank, guru sekolah sampai karyawan kafe. Setidaknya, ada dua anggota perempuan yang cukup aktif. Anggota ini belum termasuk simpatisan sekitar 50-an orang yang sesekali menemani dan memeriahkan setiap acara B2W.

Sebenarnya, aktifitas B2W di Balikpapan sudah dimulai sekitar pertengahan tahun 2007. Aktifitas ini dimulai oleh anggota komunitas aktif B2W dari Jakarta atau kota lain yang pindah tugas ke kota ini. Sebutlah misalnya Mas Anto yang bekerja di Total. Di Jakarta dulu, sebelum pindah ke Balikpapan, ia yang termasuk Rombongan Depok, adalah penggiat awal B2W Indonesia. Demikian pula Mas Mugi yang bekerja di Arutmin, atau Arik dan teman-temannya yang bekerja Sclumberger, dan lain-lain. Herman yang pernah “menjabat” sebagai koordinator B2W Surabaya juga sekarang pindah ke kota ini setelah bekerja di Pertamina. Ida, seorang Ibu yang pernah bekerja beberapa tahun di KPC dan sekarang pindah ke kantor Arutmin di Balikpapan, mengaku sudah beberapa tahun naik sepeda. Ketika menemukan ada orang yang naik sepeda ke kantor di kota yang mulai padat ini, Ida menemukan komunitas baru. Mereka inilah yang kemudian “mengajak dengan berbuat,” bersepeda ke kantor bersama-sama. Semula mereka naik sepeda ke kantor setiap hari Selasa dan Jumat saja, tetapi sekarang jadwalnya sudah “tidak jelas”; jika cuaca cerah, mereka akan ke kantor naik sepeda. Maklum, Balikpapan termasuk kota yang tinggi curah hujannya, di kota ini hujan turun minimal tiga kali seminggu ketika kemarau melanda daerah-daerah lain.

Setelah lebih dari satu tahun, akhirnya B2W Balikpapan “tak resmi” ini bisa menularkan virus “bersepeda ke tempat kerja” kepada beberapa orang. Mas Arik yang bekerja di Sclumberger pernah disebut “orang yang tidak punya kerjaan”, atau orang “yang tidak waras” ketika setiap hari bersepeda ke kantornya. Sekarang, ia sudah punya teman bersepeda ke kantor sepuluhan orang. Pak Iwan dari Chevron juga sudah punya teman sekitar tujuh orang. Mas Mugi, sempat “mempecundangi” seorang ustadzah yang mengajar di salah satu sekolah di Balikpapan sehingga akhirnya sang ustadzah setia dengan sepedanya hampir setiap hari.


Deklarasi B2W Balikpapan bersama walikota.
Foto : Dokumentasi B2W Chapter Balikpapan.


Melihat perkembangan yang cukup bagus tersebut, B2W chapter Balikpapan akhirnya dideklarasikan pada tanggal 20 April 2008. Deklarasi yang dilakukan di halaman parkir depan Balikpapan Super Block yang bersamaan dengan acara Mountain Bike Jamboree kelima se Kalimantan Timur ini, dikukuhkan oleh walikota dan wakil walikota Balikpapan yang ditandai dengan sepeda bersama dengan pemerintah kota dan jajarannya pada hari itu. Di acara tersebut, walikota Balikpapan menyampaikan rencana bahwa di Balikpapan akan disiapkan jalur sepeda dan dananya juga sudah disiapkan.

Sampai hari ini, aktifitas bersepeda ke kantor masih terus dilakukan para B2W-er Balikpapan yang “gila” dan “tidak punya kerjaan” ini. Mereka berkelahi dengan asap kendaraan dalam perjalanan dari rumah ke kantor. Ketika ditanya apakah mereka tidak takut polusi, mereka menjawab bahwa justru dengan bersepedalah kita bisa mengurangi polusi. Walaupun mungkin baru sedikit orang yang memiliki kesadaran ini, setidaknya sudah ada yang memulai. Dan para aktifis B2W berbangga bahwa mereka termasuk ke dalam kelompok yang sudah memulai itu.

Citizen reporter Mustamin al-Mandary dapat dihubungi melalui email : mustamin.almandary@gmail.com

| Beri Komentar| Jumlah Komentar (8) |

Komentar :

26-10-2008
Dari : Nur Cholis | nurcholis_bpn@yahoo.com
Bersepeda ke tempat kerja memang perlu banyak perjuangan dan pengorbanan.Dari yang dianggap mengada-ada dan latahan juga cibiran orang yang bilang terlalu pelit ga mau beli BBM,Nah pengorbanan yang ga kalah serunya adalah perasaan yang terus ingin Upgrade tunggangan....hehe ga enak ma istri...jadi ada lagi yang disayang!

17-09-2008
Dari : fahmi fajri | ame_gasink@yahoo.co.id
lanjutkan perjuangan!!! orang pemkot balikpapan udah aq racunin lagi 1 orang hahahaha.....1bulan 1org kan lumayan. -salam genjot- -salam berjuta sepeda- -selamatkan bumi-

15-09-2008
Dari : -jimbon- | jchoxs@yahoo.com
Maju terus B2W Indonesia n Balikpapan...Mari memasyarakatkan sepeda n menyepedakan masyarakat...

15-09-2008
Dari : genjoters |
komentar apapun bisa diterima dan dipahami ; gila, kurang kerjaan, latah.... yang lebih penting dari itu semua, KITA SUDAH MEMULAI KETIKA ORANG-ORANG LAIN BARU SEBATAS BICARA..maju terus penggiat sepeda, usahamu tak-kan sia-sia.

12-09-2008
Dari : syamsoe | toyota_gue@yahoo.com
semoga bukan sekedar latah saja, tetapi murni karena kesadaran dari dalam hati akan upaya mengurangi tingkat polusi udara... karena setiap jarak rumah dan kantor harus dikondisikan dengan individu itu sendiri...

10-09-2008
Dari : Ismail Amin | ma_ipa@yahoo.com
Ha..ha... ustadz memang diantara 3 pilihan yang ditawarkan untuk mengurangi pemanasan Bumi: Stop eating meat, Be a frugal shopper dan Ride a bicycle. Tidak ada pilihan yang mudah, soalnya sangat bergantung dengan kebiasaan. Mereka yang memilih naik sepedapun harus bertarung dengan asap kendaraan dan panasnya udara, begitu juga dengan makan daging. Memang butuh perjuangan keras untuk sekedar memberi napas yang sehat pada bumi. Syukran ustadz atas sharingnya :-)

09-09-2008
Dari : halim hd. | halimhade@yahoo.com
sekiranya saja sepeda kian banyak dipakai, dan kendaraan motor kian berkurang, kita yakin kota kian sehat, hidup kian indah. sayangnya walkot makassar, gubernur sulsel, dan beberapa anggota dprd lebih senang naik motor gede (moge) yang harganya ratusan juta!

09-09-2008
Dari : Muh. Nur Taqwim | taqwimyunus@yahoo.co.id
Mestinya kegiatan semacam ini mendapatkan apresiasi yang lebih khususnya dari pemerintah, sehingga ketika ada komunitas atau kelompok lain ingin memasyarakatkan sepeda bisa mendapatkan sambutan yang lebih baik dari masyarakat.



 :: CITIZEN REPORTER
Makassar di Panyingkul!: Sebuah Persembahan
(Kamis, 12-07-2007)
Ayo Bergabung di Panyingkul!
(Minggu, 29-04-2007)
Catatan Sederhana Para Citizen Reporter
(Selasa, 31-10-2006)
Tentang Citizen Reporter dan Rubrik di Panyingkul!
(Rabu, 11-10-2006)
Riuh Rendah di Panyingkul!
(Rabu, 16-08-2006)

Untitled Document
 :: DUNIA SEGIEMPAT KAREBOSI






 :: PILKADA




 :: ALBUM PUASA 2008




Untitled Document
 :: KONTAK TIM PANYINGKUL!

Email Redaksi :

redaksi@panyingkul.com

Tim:
yus@panyingkul.com
+62 813 226 80844

Moch. Hasymi
+62 811 955 954


© Juni 2006 - Panyingkul.com All Rights Reserved
Desain Web : Nesia Andriana -- Supported by: Yuhardin