|
|
| . |
| ::
|
| Selasa, 09-09-2008 | Bike to Work : Sebuah Upaya Menjaga Bumi :: Mustamin al-Mandary ::
| Bersepeda ke tempat kerja. Foto : Mugi
Tingginya tingkat polusi udara akibat gas buangan kendaraan bermotor, semakin lama mengancam kelestarian bumi, selain itu, berkurangnya cadangan minyak bumi dunia menyebabkan banyak orang mulai melirik sepeda sebagai kendaraan alternatif. Citizen reporter Mustamin al-Mandary melaporkan geliat aktifitas bersepeda di Balikpapan, di bawah naungan organisasi ”Bike to Work”. (p!) |
Pagi terlihat agak gelap di sisi timur Balikpapan. Walaupun di bagian barat ada sedikit bagian langit yang terang, tetapi Selat Makassar tertutup awan hitam yang tebal. Sesekali kilat menyambar dan guntur menggelegar. Anginpun mulai bertiup membawa hawa dingin dari arah timur. Cuaca ini tidak menghalangi sejumlah warga Balikpapan untuk menyiapkan sepeda dan meng-gowes, demikian istilah mereka jika naik sepeda, ke kantor. Hari itu, tanggal 29 Agustus 2008, adalah hari yang “dirayakan” oleh komunitas yang menamakan dirinya Bike to Work (B2W) di seluruh Indonesia sebagai “Bike to Work Day 2008.” Mereka mengusung misi “Let’s act beyond green.”
Khusus untuk anggota komunitas di Balikpapan, mereka sudah melakukan persiapan dari beberapa hari sebelumnya. Dari pengurus pusat Jakarta, mereka sudah dikirimi atribut berupa baju kaos, stiker, serta bike tag dan pengikatnya yang akan digunakan pada hari itu. Seluruh atribut sudah didistribusikan beberapa hari sebelum acara. Bukan hanya para anggota yang mendapat bagian, tetapi juga para simpatisan yang rupa-rupanya justru berjumlah lebih banyak.
Untuk merayakan Bike to Work Day 2008 itu, para anggota dan simpatisan B2W Balikpapan berkumpul di depan Ace Hardware Jalan Jend. Sudirman pada pukul 6.30 pagi. Sayangnya, kondisi cuaca yang kurang bersahabat pagi itu membuat sebagian besar anggota dan simpatisan tidak jadi datang. Pada jam 6.30, hanya belasan anggota yang berkumpul, termasuk seorang ibu yang sudah lama bersepeda ke kantor di kota ini. Mereka datang dari seluruh penjuru Balikpapan. Beberapa menit kemudian, gerimis pun mulai turun. Sekitar jam 6.45, akhirnya mereka berpisah menuju ke tempat kerja masing-masing.
B2W Day 2008. Foto : Mustamin al-Mandary
Mereka kemudian terbagi menjadi dua kelompok, yang pertama bersepeda ke arah timur dan yang lainnya ke arah barat. Anggota yang bekerja di perusahaan seperti Arutmin, Total, Pertamina, Chevron, bank dan kantor-kantor lainnya di sekitar pusat kota Balikpapan, akan bersepeda ke arah barat; sementara anggota yang bekerja di sekitar bandara dan Batakan seperti Sclumberger, Franklin, dan lain-lain akan bersepeda ke arah timur.
Sekitar jam 7 pagi, gerimis semakin kencang dan beberapa menit kemudian menjadi hujan deras. Kemungkinan, sebagian peserta yang kantornya lumayan jauh, akan kehujanan sebelum tiba di tempat kerja. Tapi dalam kondisi tertentu, dengan bersepeda, mereka bisa menempuh jarak belasan kilometer hanya dalam waktu 30 menit. Itupun sudah memperhitungkan kontur jalan di kota Balikpapan yang berbukit-bukit.
Bersepeda dengan Peserta Fun Bike
Untuk melanjutkan acara Bike to Work Day 2008, komunitas B2W Balikpapan juga mengagendakan untuk melakukan kampanye bersama peserta fun bike dengan tema Bike to work, bike to school, yang disponsori oleh Harian Pos Metro Balikpapan. Mereka menyebarkan selebaran yang berisikan ajakan bersepeda ke tempat kerja serta sosialisasi keberadaan, visi dan misi komunitas B2W khususnya cabang Balikpapan.
Acara fun bike Pos Metro dilaksanakan pada Minggu, 31 Agustus 2008, di mana start dan finish dipusatkan di depan kantor walikota Balikpapan yang terletak di Jalan Jend. Sudirman, Klandasan. Cuaca pagi hari itu juga kurang bersahabat, mendung tebal bahkan gerimis kecil sudah turun sesaat setelah start jam 6.30 pagi. Namun, para peserta yang jumlahnya sekitar 500-an itu tetap bersemangat.
Hampir semua anggota dan simpatisan B2W hari itu juga berkumpul dan bergabung di acara tersebut dengan menggunakan atribut mereka masing-masing, dengan seragam Bike to Work Day 2008 seperti dua hari sebelumnya. Jumlahnya hampir 100 orang. Pengurus B2W juga membuka stand, dengan menumpang di tenda Polygon, untuk memperkenalkan B2W chapter Balikpapan dan menjual beberapa merchandise B2W.
Kampanye bersepeda ke tempat kerja. Foto : Dokumentasi B2W Chapter Balikpapan
Ketika peserta sudah mencapai finish, stand B2W diserbu peserta. Koordinator acara B2W, Mas Herman yang bekerja di Pertamina, sempat pula memberikan sosialisasi singkat di atas panggung, sementara anggota lainnya membagikan selebaran ajakan bersepeda ke tempat kerja. Ketua B2W Balikpapan, Mas Anto yang bekerja di Total, juga sibuk melayani pertanyaan. Beberapa peserta sempat bertanya, “Mas, klub sepeda B2W kapan sepeda bareng?”, Mas Anto kemudian menjawab bahwa B2W bukan klub sepeda seperti yang lain, tetapi sekelompok masyarakat yang bersepeda ke kantor setiap hari.
Hari itu merchandise B2W laris manis khususnya stiker dan bike tag. Pengurus B2W chapter Balikpapan berharap bahwa masyarakat akan semakin mengenal komunitas B2W di Balikpapan. Tapi tentu bukan itu tujuan utamanya. Yang paling penting sebenarnya adalah masyarakat semakin menyukai aktifitas bersepeda, terbiasa menggunakan sepeda ke tempat kerja. Misi utamanya jelas, mengurangi polusi yang menjadi momok bagi masyarakat perkotaan, dan tentu saja menghemat energi yang saat ini menjadi perhatian besar masyarakat dunia.
Sekitar jam 9 pagi hujan pun turun dengan deras. Peserta masing-masing mencari berteduh, di pinggir gedung, di bawah pohon, dan di tenda-tenda sponsor acara itu. Ada pula yang tetap berdiri di area terbuka menggunakan payung, ataupun sengaja berhujan-hujan. Seorang ibu yang mengaku langganan door prize di setiap acara sepeda, dengan setia menunggu di bawah hujan walaupun hanya berpayungkan penutup yang biasanya dipakai untuk menutup kaca mobil. Mereka tentu tidak ingin pulang sebelum acara selesai. Siapa tahu, door prize lumayan yang sudah disiapkan panitia bisa mereka dapatkan. Apalagi hadiah utamanya adalah sebuah motor yang harganya belasan juta.
B2W Chapter Balikpapan
Saat ini, anggota B2W chapter Balikpapan berjumlah sekitar 50 orang. Mereka bekerja di berbagai kantor di Balikpapan, dari perusahaan asing sampai instansi pemerintah; dari pegawai bank, guru sekolah sampai karyawan kafe. Setidaknya, ada dua anggota perempuan yang cukup aktif. Anggota ini belum termasuk simpatisan sekitar 50-an orang yang sesekali menemani dan memeriahkan setiap acara B2W.
Sebenarnya, aktifitas B2W di Balikpapan sudah dimulai sekitar pertengahan tahun 2007. Aktifitas ini dimulai oleh anggota komunitas aktif B2W dari Jakarta atau kota lain yang pindah tugas ke kota ini. Sebutlah misalnya Mas Anto yang bekerja di Total. Di Jakarta dulu, sebelum pindah ke Balikpapan, ia yang termasuk Rombongan Depok, adalah penggiat awal B2W Indonesia. Demikian pula Mas Mugi yang bekerja di Arutmin, atau Arik dan teman-temannya yang bekerja Sclumberger, dan lain-lain. Herman yang pernah “menjabat” sebagai koordinator B2W Surabaya juga sekarang pindah ke kota ini setelah bekerja di Pertamina. Ida, seorang Ibu yang pernah bekerja beberapa tahun di KPC dan sekarang pindah ke kantor Arutmin di Balikpapan, mengaku sudah beberapa tahun naik sepeda. Ketika menemukan ada orang yang naik sepeda ke kantor di kota yang mulai padat ini, Ida menemukan komunitas baru. Mereka inilah yang kemudian “mengajak dengan berbuat,” bersepeda ke kantor bersama-sama. Semula mereka naik sepeda ke kantor setiap hari Selasa dan Jumat saja, tetapi sekarang jadwalnya sudah “tidak jelas”; jika cuaca cerah, mereka akan ke kantor naik sepeda. Maklum, Balikpapan termasuk kota yang tinggi curah hujannya, di kota ini hujan turun minimal tiga kali seminggu ketika kemarau melanda daerah-daerah lain.
Setelah lebih dari satu tahun, akhirnya B2W Balikpapan “tak resmi” ini bisa menularkan virus “bersepeda ke tempat kerja” kepada beberapa orang. Mas Arik yang bekerja di Sclumberger pernah disebut “orang yang tidak punya kerjaan”, atau orang “yang tidak waras” ketika setiap hari bersepeda ke kantornya. Sekarang, ia sudah punya teman bersepeda ke kantor sepuluhan orang. Pak Iwan dari Chevron juga sudah punya teman sekitar tujuh orang. Mas Mugi, sempat “mempecundangi” seorang ustadzah yang mengajar di salah satu sekolah di Balikpapan sehingga akhirnya sang ustadzah setia dengan sepedanya hampir setiap hari.
Deklarasi B2W Balikpapan bersama walikota. Foto : Dokumentasi B2W Chapter Balikpapan.
Melihat perkembangan yang cukup bagus tersebut, B2W chapter Balikpapan akhirnya dideklarasikan pada tanggal 20 April 2008. Deklarasi yang dilakukan di halaman parkir depan Balikpapan Super Block yang bersamaan dengan acara Mountain Bike Jamboree kelima se Kalimantan Timur ini, dikukuhkan oleh walikota dan wakil walikota Balikpapan yang ditandai dengan sepeda bersama dengan pemerintah kota dan jajarannya pada hari itu. Di acara tersebut, walikota Balikpapan menyampaikan rencana bahwa di Balikpapan akan disiapkan jalur sepeda dan dananya juga sudah disiapkan.
Sampai hari ini, aktifitas bersepeda ke kantor masih terus dilakukan para B2W-er Balikpapan yang “gila” dan “tidak punya kerjaan” ini. Mereka berkelahi dengan asap kendaraan dalam perjalanan dari rumah ke kantor. Ketika ditanya apakah mereka tidak takut polusi, mereka menjawab bahwa justru dengan bersepedalah kita bisa mengurangi polusi. Walaupun mungkin baru sedikit orang yang memiliki kesadaran ini, setidaknya sudah ada yang memulai. Dan para aktifis B2W berbangga bahwa mereka termasuk ke dalam kelompok yang sudah memulai itu.
Citizen reporter Mustamin al-Mandary dapat dihubungi melalui email : mustamin.almandary@gmail.com
|
| | Jumlah
Komentar (8) |
|
| Komentar :
26-10-2008 Dari : Nur Cholis | nurcholis_bpn@yahoo.com Bersepeda ke tempat
kerja memang perlu
banyak perjuangan
dan pengorbanan.Dari
yang dianggap
mengada-ada dan
latahan juga cibiran
orang yang bilang
terlalu pelit ga mau
beli BBM,Nah
pengorbanan yang ga
kalah serunya adalah
perasaan yang terus
ingin Upgrade
tunggangan....hehe
ga enak ma
istri...jadi ada
lagi yang disayang! 17-09-2008 Dari : fahmi fajri | ame_gasink@yahoo.co.id lanjutkan
perjuangan!!!
orang pemkot
balikpapan udah aq
racunin lagi 1 orang
hahahaha.....1bulan
1org kan lumayan.
-salam genjot-
-salam berjuta
sepeda-
-selamatkan bumi- 15-09-2008 Dari : -jimbon- | jchoxs@yahoo.com Maju terus B2W
Indonesia n
Balikpapan...Mari
memasyarakatkan
sepeda n
menyepedakan
masyarakat... 15-09-2008 Dari : genjoters | komentar apapun bisa
diterima dan
dipahami ; gila,
kurang kerjaan,
latah.... yang lebih
penting dari itu
semua, KITA SUDAH
MEMULAI KETIKA
ORANG-ORANG LAIN
BARU SEBATAS
BICARA..maju terus
penggiat sepeda,
usahamu tak-kan
sia-sia. 12-09-2008 Dari : syamsoe | toyota_gue@yahoo.com semoga bukan sekedar
latah saja, tetapi
murni karena
kesadaran dari dalam
hati akan upaya
mengurangi tingkat
polusi udara...
karena setiap jarak
rumah dan kantor
harus dikondisikan
dengan individu itu
sendiri... 10-09-2008 Dari : Ismail Amin | ma_ipa@yahoo.com Ha..ha... ustadz
memang diantara 3
pilihan yang
ditawarkan untuk
mengurangi pemanasan
Bumi: Stop eating
meat, Be a frugal
shopper dan Ride a
bicycle. Tidak ada
pilihan yang mudah,
soalnya sangat
bergantung dengan
kebiasaan. Mereka
yang memilih naik
sepedapun harus
bertarung dengan
asap kendaraan dan
panasnya udara,
begitu juga dengan
makan daging. Memang
butuh perjuangan
keras untuk sekedar
memberi napas yang
sehat pada bumi.
Syukran ustadz atas
sharingnya :-) 09-09-2008 Dari : halim hd. | halimhade@yahoo.com sekiranya saja
sepeda kian banyak
dipakai, dan
kendaraan motor kian
berkurang, kita
yakin kota kian
sehat, hidup kian
indah. sayangnya
walkot makassar,
gubernur sulsel, dan
beberapa anggota
dprd lebih senang
naik motor gede
(moge) yang harganya
ratusan juta! 09-09-2008 Dari : Muh. Nur Taqwim | taqwimyunus@yahoo.co.id Mestinya kegiatan
semacam ini
mendapatkan
apresiasi yang lebih
khususnya dari
pemerintah, sehingga
ketika ada komunitas
atau kelompok lain
ingin
memasyarakatkan
sepeda bisa
mendapatkan sambutan
yang lebih baik dari
masyarakat. |
|
|
|
|
| ::
CITIZEN REPORTER |
 | (Kamis, 12-07-2007) |  | (Minggu, 29-04-2007) |  | (Selasa, 31-10-2006) |  | (Rabu, 11-10-2006) |  | (Rabu, 16-08-2006) | |
|
Untitled Document
| ::
DUNIA SEGIEMPAT KAREBOSI |
|
Untitled Document
| ::
KONTAK TIM PANYINGKUL! |
Email Redaksi :
redaksi@panyingkul.com
Tim:
yus@panyingkul.com
+62 813 226 80844
Moch. Hasymi
+62 811 955 954
|
|
|